Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Gemerlap Sentra Kerajinan di Tanggulangin Sidoarjo Kini Semakin Redup

M Saiful Rohman • Kamis, 24 Juli 2025 | 22:53 WIB
SEPI: Salah satu toko perajin yang masih bertahan di Tanggulangin. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
SEPI: Salah satu toko perajin yang masih bertahan di Tanggulangin. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Gemerlap sentra kerajinan tas dan sepatu di Desa Kludan, Tanggulangin, kini kian meredup. Dari semula lebih dari 300 perajin, kini hanya separuhnya yang masih bertahan. Kondisi ini membuat banyak toko tutup dan beralih fungsi menjadi tempat usaha lain, seperti stan makanan.

“Dulu, sepanjang Jalan Kludan itu toko-tokonya milik para perajin sendiri. Sekarang banyak yang tutup dan disewakan,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Kludan, Achmad Hisyam.

Ia mengungkapkan, jika dulu pembeli datang langsung dan kawasan ini selalu ramai setiap hari, kini sebagian besar perajin hanya mengandalkan pesanan khusus atau orderan.

Penurunan aktivitas kerajinan mulai terasa sejak munculnya semburan lumpur di Porong. Banyak calon pembeli dari luar kota mengira Kludan berada dekat lokasi bencana sehingga enggan berkunjung.

“Puncaknya terjadi saat pandemi Covid-19. Suasana benar-benar sepi total dan sampai sekarang belum sepenuhnya pulih,” katanya.

Padahal, Kludan dulunya dikenal sebagai destinasi wisata belanja unggulan. Tidak hanya bagi warga Sidoarjo, tapi juga masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Pada musim liburan, bus wisata berdatangan silih berganti hingga menyebabkan kemacetan di sepanjang Jalan Raya Kludan.

Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan untuk menghidupkan kembali sentra kerajinan ini. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara rutin menggelar pameran seperti Tanggulangin Fair di Pasar Wisata.

“Kalau ada tamu dari luar Jawa, biasanya juga diajak berkunjung ke sini,” ujar Hisyam.

Ia menilai acara semacam itu penting untuk memperkenalkan produk lokal ke khalayak yang lebih luas. Selain itu, pemerintah kecamatan juga telah memberikan pelatihan digital marketing kepada para pelaku UMKM.

“Tujuannya agar pemasaran produk mereka bisa lebih luas,” tambahnya.

Namun, menurut Hisyam, pelatihan saja belum cukup. Diperlukan terobosan baru agar kawasan ini kembali menarik minat masyarakat.

“Mungkin yang dibutuhkan sekarang adalah daya tarik baru, agar orang mau datang lagi ke sini,” pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Sepi #Kerajinan #sentra #Perajin #Tanggulangin