Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menguraikan, kebijakan pembatasan oleh pemerintah itu tentu berdampak signifikan terhadap bisnis penerbangan tanah air. Termasuk di antaranya PT Angkasa Pura I yang membawahi 15 bandara di Indonesia.
Namun, pihaknya tentu bakal mengikuti ketentuan pemerintah karena memang pertimbangan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Tentu penerbangan domestik yang jadi andalan. Belajar dari China, mereka mampu dengan mengandalkan penerbangan domestik,” katanya.
Meski demikian, pihaknya juga bakal terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat di setiap bandara. Seperti pemberlakukan syarat rapid antigen bagi penumpang. Kepentinganya juga untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di tanah air.
Lebih jauh Faik Fahmi juga menguraikan jika kondisi pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini telah banyak menginveksi bisnis penerbangan. Salah satunya dari pantauan traffic penumpang pada moment libur Natal- Tahun baru saat ini.
Pantauan dari tanggal 18-29 Desember di 15 bandara di bawah Angkasa Pura I, tercatat traffic penumpang mencapai 1,230 juta penumpang. Dalam hal itu Bandara Internasional Juanda berada di nomor dua terbanyak dengan traffic 226.041 penumpang. Jika di hitung, rata-rata penumpang per harinya ada di angka 102.541 penumpang. Padahal jika kondisi normal ada di angka 223 ribu penumpang.
Faik Fahmi juga mengungkapkan, pihaknya optimistis jika penerbangan akan segera pulih. Apalagi vaksinasi Covid-19 juga segera di lakukan. Hal itu diharapkan menjadi angin segar pada bisnis penerbangan.
Di samping itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat di bandara juga mendapat respons positif dari sejumlah penumpang. “Penumpang lebih terjamin keselamatan,” pungkasnya. (son/opi) Editor : Nofilawati Anisa