SIDOARJO - Di tengah kesibukan sebagai apoteker, Sayyid Mufidatunnisa juga menjalankan usaha sampingan. Yakni menjadi retail sembako. Dengan menyetok berbagai kebutuhan pokok, ia menjual sembako ke para pengecer di daerah sekitar Balongbendo.
Perjalanan Sayyid dimulai dari pendidikan di pondok pesantren di Jombang, tempat ia mengasah ilmu agama dan kedisiplinan. Setelah menyelesaikan pendidikan di pondok, ia melanjutkan kuliah di Universitas Anwar Medika, Balongbendo.
Dengan bekal ilmu yang dimilikinya, ia pun mulai bekerja sebagai apoteker. Meskipun sudah bekerja sebagai apoteker, ia merasa perlu untuk menambah penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidup.
“Sebagai tulang punggung keluarga, saya merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik, baik untuk orang tua maupun adik-adik saya,” ucapnya.
Usaha sembako yang dijalankan, ternyata memberi dampak besar bagi keluarga. Dia berhasil memperoleh keuntungan yang tidak hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memungkinkan untuk menyekolahkan adiknya.
Berkat usaha kerasnya, ia berhasil mengirim adiknya ke pondok pesantren di Jombang untuk melanjutkan pendidikan. Hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri baginya, karena dapat memberikan kesempatan yang baik bagi adiknya.
“Berkat usaha ini, saya bisa memberikan kesempatan bagi adik saya untuk mendapatkan pendidikan yang baik, baik di sekolah maupun di pondok, ini adalah salah satu kebahagiaan terbesar saya,” ujarnya.
Tantangan hidup tidak membuat perempuan 24 tahun tersebut menyerah. "Memang tidak mudah, tapi saya merasa puas bisa menjalani keduanya, semua yang saya lakukan untuk keluarga,” ungkapnya.
“Saya ingin membahagiakan orang tua saya, tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat, itulah yang membuat saya tetap berusaha sekuat tenaga,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista