SIDOARJO - Bocah asal Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Sarah Sahla Bahalwan baru saja mengukir prestasi yang membanggakan. Dia berhasil meraih penghargaan Best Fighting Spirit di ajang bela diri kendo tingkat internasional di Jakarta.
Meskipun masih berusia 9 tahun, Sarah mengaku sangat senang dengan pencapaian tersebut. Terlebih ia menjadi peserta termuda di antara lawan-lawannya.
Even yang diikuti Sarah merupakan bagian dari perayaan hubungan kerja sama antara Jepang dan Indonesia. Kendati demikian, peserta yang ikut tidak hanya dari kedua negara. Melainkan berbagai negara seperti, Korea Selatan dan lain sebagainya.
Kecintaannya terhadap Kendo tak lepas dari pengaruh sang ayah, yang juga aktif dalam bela diri asal Negeri Samurai Biru itu. Setiap pekan, ia rela melakukan perjalanan jauh dari Sidoarjo ke Surabaya hanya untuk mengikuti latihan kendo.
"Setiap Sabtu saya latihan Kendo di Surabaya, diantarkan oleh Abi," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (12/11).
Prestasi yang diraih bukanlah yang pertama bagi Sarah. Sebelumnya, ia telah meraih dua penghargaan serupa di Surabaya. Hal itu membuktikan kemampuannya di dunia kendo meskipun usianya masih sangat muda.
Dukungan besar dari ayah menjadi kunci kesuksesannya. Oleh ayahnya, ia didorong untuk mempunyai kemampuan untuk melindungi diri, terutama di tengah maraknya kasus bullying di sekolah.
Proses untuk mencapai titik tersebut tentu tidak mudah baginya. Sejak duduk di bangku kelas satu SD, ia sudah dikenalkan dengan bela diri kendo oleh sang ayahnya.
"Lalu di kelas dua, saya mulai didorong untuk ikut dalam berbagai kompetisi kendo," jelasnya.
Pengalaman mengikuti kompetisi tersebut membantunya menjadi pribadi yang lebih tangguh. Serta tidak mudah gentar ketika bertemu lawan.
Meski memiliki segudang prestasi, ternyata dia memiliki cita-cita yang berbeda. Sarah bercita-cita menjadi seorang dokter hewan.
Hal tersebut tidak terlepas dari kecintaannya terhadap dunia binatang. Terutama dalam merawat kucing-kucing peliharaannya di rumah.
"Saya suka merawat kucing, di rumah saya mempunyai tiga kucing lucu-lucu," tutupnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista