Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Salsabila Naifah Aprilasari, Keluar dari Zona Nyaman dan Lawan Rasa Takut

M Saiful Rohman • Kamis, 25 Juli 2024 | 23:33 WIB

 

Salsabila Naifah Aprilasari
Salsabila Naifah Aprilasari

SIDOARJO - Sejak menginjak kuliah semester tiga, Salsabila Naifah Aprilasari mulai menyukai untuk menjadi Master of Ceremony (MC). Baginya profesi tersebut dapat menjadi tantangan dan insight baru bagi dirinya.

Perempuan asal Kecamatan Candi itu mengaku selalu mengasah dengan latihan mandiri. Ditambah dengan adanya jadwal untuk menjadi MC.

Salsa menjelaskan, dirinya merupakan orang yang introvert sekaligus pemalu. Melihat dari segi kekuranganya itulah membuat ia keluar dari zona nyaman dan melawan rasa takut.

"Pada saat kuliah pun saya memutuskan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi Unitomo, Surabaya, yang di mana pada saat itu awalnya aku ingin menjadi seorang penyiar radio dan juga presenter TV, bahkan aku sama sekali tidak kepikiran menjadi MC yang ngomong di depan banyak orang," ucapnya pada Radar Sidoarjo, Kamis (25/7).

Mulai dari situ, ia aktif di berbagai organisasi di luar maupun dalam kampus. Dia juga suka mengikuti kompetisi yang berhubungan dengan public speaking.

Kemampuan perempuan kelahiran 2001 itu perlahan mulai terbentuk. Beberapa prestasi dapat ia raih. Mulai dari Juara 1 Puteri Kampus Unitomo, top 7 presenter TV AKRB Yogyakarta, Top 50 Kece Cari Presenter TV Unesa dan lain sebagainya.

Dia semakin percaya diri berbicara di depan umum dan kamera. Semenjak itu ia selalu kebanjiran job nge-MC.

Baginya, menjadi MC merupakan hal yang sangat menyenangkan. Sebab sembari bekerja ia bisa jalan-jalan sekaligus memperluas relasi.

"Momen yang tidak bisa dilupakan, dimana bisa bertemu langsung sekaligus bisa berinteraksi dengan tamu VIP seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sadiaga Uno, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan stakeholder beberapa perusahaan dan artis lainnya," ujarnya.

Dia berharap, anak muda generasi Z tidak mudah patah semangat. Mereka harus berani keluar dari zona nyaman dan struggling dengan dunia baru.

"Jangan pernah takut nyobain suatu hal baru, siapa tahu hal tersebut jadi ladang rezeki, sekaligus enjoy the process," pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#rasa takut #Semester #Kuliah #zona nyaman