RADAR SIDOARJO - Ribuan sorak semangat dan atmosfer kompetisi mewarnai YPM Champion Fest 2025, ajang bergengsi yang digelar Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Sidoarjo selama 4 hari, 15–18 Desember 2025.
Kegiatan ini tak sekadar menjadi panggung prestasi, tetapi juga ruang harmonisasi antar siswa dari berbagai sekolah YPM.
Event tahunan ini diawali dengan opening ceremony dan fun walk pada Selasa (16/12) di Lapangan YPM Center Kompleks Megare, Kelurahan Ngelom, Kecamatan Taman, Sidoarjo, dan ditutup dengan Closing dan Award Ceremony pada Jumat (19/12) di Gedung Graha Anugerah Gusti.
Beragam cabang lomba dipertandingkan, mulai dari sepak bola, bola voli, badminton, catur, patel lele, hingga e-sport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Sebanyak 792 peserta dari 22 sekolah YPM, mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK, ambil bagian dalam kompetisi ini.
Ketua YPM Sidoarjo, Ir.H. Akmad Makki menegaskan, YPM Champion Fest bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari strategi besar membangun masa depan generasi muda.
“Prestasi itu pondasi awal yang menumbuhkan motivasi kuat bagi anak-anak kita untuk menghadapi tantangan masa depan. YPM ingin terus mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih cerah dan lebih baik,” ujar Ahmad Makki kepada Radar Sidoarjo, Jumat (19/12).
Ia menjelaskan, sebagian besar peserta bertanding atas nama sekolah masing-masing. Namun, untuk cabang tertentu, atlet berprestasi bisa direkrut oleh federasi atau asosiasi olahraga.
“Seperti arung jeram kemarin, mereka tidak membawa nama yayasan atau sekolah, tapi sebagai atlet binaan yang dipilih federasi karena kualitas terbaiknya. Bahkan bisa menjadi wakil Indonesia di ajang internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia YPM Champion Fest 2025, Achmad Mufid,S.Sy,M.Pd menyampaikan, tahun ini panitia menetapkan enam cabang olahraga dan e-sport yang dipertandingkan.
“Cabor yang dilombakan ada enam, yakni sepak bola, voli, badminton, catur, patel lele, dan e-sport. Total pesertanya 792 siswa dari 22 sekolah YPM,” ungkap Mufid.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan membangun kebersamaan dan keharmonisan antar siswa YPM.
"Walaupun ini turnamen prestasi, tujuan utamanya adalah harmonisasi. Kami ingin seluruh siswa YPM bisa bertemu, berinteraksi, dan tumbuh bersama,” katanya.
Ke depan, YPM berencana melakukan pemetaan juara untuk memperkuat pembinaan cabang olahraga unggulan di masing-masing sekolah.
"Misalnya voli yang sudah dikenal kuat di SMK Tarik 7 Tarik pembinaannya bisa difokuskan di sana. Sepak bola di SMK YPM 8 Sarirogo juga akan kita genjot. Ini sekaligus untuk mencari dan membina talenta-talenta terbaik anak-anak YPM,” tandasnya.
Untuk cabang yang tidak dilombakan di YPM Champion Fest, seperti arung jeram, Mufid menyebutkan bahwa atlet YPM justru telah menorehkan prestasi di tingkat ASEAN, termasuk meraih gelar juara dalam ajang internasional di Malaysia. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista