Menu diet yang dibuat instalasi gizi saat ini dinikmati masyarakat umum. Hal itu berawal dari melayani eks pasien paviliun dan pegawai internal RSUD Sidoarjo.
Rizky Putri Pratimi, Wartawan Radar Sidoarjo
Siapa yang tidak senang jika makanan yang disuguhkan pada kita, tertata dengan rapi serta memiliki berbagai macam warna. Bisa dipastikan, dalam sekejap perut langsung berbunyi keroncongan. Tandanya nafsu makan meningkat. Dan kita pun akan bergegas ingin segera memakan sajian tersebut.
Apalagi, warna warni bak pelangi itu disusun dari banyak varian sayur. Selada, wortel, timun, tomat dan buncis. Ada juga udang, telur dan ayam sebagai sumber protein. Sangat rapi para chef di instalasi gizi RSUD Sidoarjo menata itu semua dalam sebuah kotak makan.
Mereka menyajikannya demikian. Agar penikmatnya lupa sesaat kalau itu merupakan salah satu menu diet. Rendah karbohidrat atau low karbo.
Kepala Instalasi Gizi RSUD Sidoarjo Pudji Astutik mengatakan, keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat sedang meningkat. Ingin diet, lebih tepatnya. Pesanan catering diet pun membanjir.
"Diet di sini asumsinya menurunkan berat badan. Tapi sebenarnya diet itu pengaturan pola makan bagaimana kita terus sehat," katanya.
Artinya, diet tidak membatasi kita untuk tetap mengkonsumsi makanan gizi seimbang. Tidak meninggalkan konsumsi lemak begitu saja. Hanya dikurangi, diminimalkan, disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Seperti halnya menu low karbo. Bisa dipilih varian menu salad sayur atau menu seperti makanan rumahan pada umumnya. Ada botok, pepes, opor ayam. Namun sayurnya lebih banyak dari biasa.
Selain menggandrungi diet low karbo, menu diet low kalori juga tengah diminati masyarakat. Di menu ini, tetap disajikan nasi. Bisa nasi putih atau merah. Namun meminimalisir gorengan, santan dan snack yang manis. Sayurnya porsi 200 gram. Ada lauk hewani, ada lauk nabati.
"Tidak heran jika banyak yang berkomentar ternyata low kalori kita enggak cepat lapar. Kita buat tinggi serat. Membuat kenyang lebih lama," katanya.
Apalagi, kata Puput, sapaan akrabnya, di masa pandemi perlu menjaga daya tahan tubuh dengan makanan yang sehat. Terdiri dari protein nabati dan hewani. Sumber vitamin dan lemak. Apalagi, kita tidak boleh, tidak makan lemak sama sekali.
Mengapa ? Lemak membantu penyerapan vitamin E, D, K dalam tubuh. Istilah gizi seimbang. Sedangkan konsumsi karbohidrat seperti jagung, kentang perlu untuk menutrisi otak.
"Di samping itu harus olahraga setengah jam setiap hari. Makan sayur dan buah,” terangnya. (*/vga)
Editor : Vega Dwi Arista