RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan langkah untuk mengubah wajah Kota Delta.
Jalan Gajah Mada direncanakan disulap menjadi kawasan ikonik layaknya Malioboro di Yogyakarta, yang dipadukan dengan pusat kuliner dan ruang bagi pelaku UMKM serta pedagang kaki lima (PKL).
Rencana tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi sebagai bagian dari penataan kawasan kota agar lebih hidup dan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
Menurut Subandi, penataan kawasan Jalan Gajah Mada baru bisa dilakukan apabila status jalannya berubah dari jalan nasional menjadi jalan kabupaten. Saat ini Pemkab Sidoarjo telah mengusulkan pertukaran status jalan tersebut kepada pemerintah pusat.
“Kalau nanti pusat menyetujui penukaran status jalan ini, kami akan menata Jalan Gajah Mada agar menjadi kawasan yang ikonik dan bisa menarik pengunjung,” ujar Subandi, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, jika usulan itu disetujui, maka Jalan Gajah Mada akan ditata sebagai kawasan yang lebih ramah bagi masyarakat untuk berjalan kaki sekaligus menikmati berbagai sajian kuliner khas Sidoarjo.
“Jalan Gajah Mada akan kita perbaiki dan PKL serta unit usaha nanti banyak di sana, terutama untuk makanan kuliner yang ada di Sidoarjo,” katanya.
Subandi bahkan memiliki visi menjadikan kawasan tersebut sebagai ikon wisata baru di Sidoarjo yang memiliki daya tarik seperti kawasan Malioboro di Yogyakarta.
“Saya kepingin seperti di daerah Jogja, Malioboronya Sidoarjo lah. Karena hari ini kita tidak bisa memperbaiki karena ini kewenangan pusat,” ungkapnya.
Penataan kawasan nantinya tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur jalan, tetapi juga pengembangan kawasan ekonomi. Jalan Gajah Mada hingga ke arah selatan direncanakan menjadi pusat kuliner yang melibatkan pelaku UMKM dan PKL agar berjualan secara lebih tertata.
Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo mengusulkan pertukaran status dua ruas jalan strategis. Jalan Gajah Mada yang saat ini berstatus jalan nasional diusulkan menjadi jalan kabupaten. Sebaliknya, Jalan Raya Lingkar Timur yang saat ini berstatus jalan kabupaten diusulkan menjadi jalan nasional.
Usulan tersebut telah diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Pemkab Sidoarjo juga telah melakukan koordinasi serta audiensi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengawal proses tersebut. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista