RADAR SIDOARJO – Perbaikan Jalan Raya Lingkar Timur Sidoarjo kini dikebut setelah kerusakan jalan di jalur tersebut semakin fatal. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan seluruh perbaikan sepanjang sekitar delapan kilometer dapat rampung dalam lima hingga enam hari ke depan, sebelum Lebaran.
Hingga Minggu (8/3), pengerjaan telah mencapai sekitar dua kilometer. Perbaikan dimulai dari pertigaan Candi hingga perempatan lampu merah Prasung, salah satu ruas jalan yang selama ini banyak dikeluhkan pengendara karena dipenuhi lubang.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Sidak Perbaikan Jalan Lingkar Timur, Minta Pengerjaan Siang-Malam
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo, Muhammad Makhmud, mengatakan proses perbaikan sudah berjalan dan terus dipercepat agar segera selesai.
“Perbaikan Jalan Raya Lingkar Timur sudah berjalan. Kami perkirakan dalam lima sampai enam hari ke depan pengerjaan bisa selesai,” ujar Makhmud kepada Radar Sidoarjo, Minggu (8/3).
Menurutnya, total ruas jalan yang diperbaiki mencapai sekitar delapan kilometer. Saat ini tim telah mengerjakan perbaikan dari pertigaan Candi menuju perempatan lampu merah Prasung.
“Perbaikannya mulai dari pertigaan Candi sampai perempatan lampu merah Prasung. Semua titik jalan berlubang akan kami perbaiki,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu titik prioritas adalah lokasi kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lalu. Di lokasi tersebut, aspal harus dibongkar terlebih dahulu menggunakan alat Cold Milling Machine agar hasil perbaikan lebih maksimal.
Baca Juga: Terjatuh lalu Terlindas Truk, Pemotor Tewas di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo
“Kalau tidak dibongkar dan dikerok, nanti akan tetap berlubang lagi. Jadi di beberapa titik krusial aspalnya harus dikerok terlebih dahulu,” jelasnya.
Perbaikan jalan dilakukan menggunakan material hotmix, bukan metode overlay. Sementara itu, perbaikan menyeluruh menggunakan overlay baru direncanakan dalam program perbaikan pada tahun 2027 mendatang.
“Perbaikan sekarang menggunakan hotmix, bukan overlay. Ke depan harapan kami bisa menggunakan overlay untuk program berikutnya, kemungkinan pada 2027,” terangnya.
Pengerjaan saat ini dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Namun, jika diperlukan untuk mempercepat penyelesaian, pekerjaan juga akan dilakukan pada malam hari.
“Untuk sementara perbaikan dilakukan pukul 08.00 sampai 16.00. Kalau perlu kami lanjutkan malam hari agar pekerjaan lebih cepat selesai,” tambahnya.
Di sepanjang ruas tersebut diperkirakan terdapat sekitar 1.000 titik lubang yang harus diperbaiki. Untuk mengurangi risiko kecelakaan selama proses pengerjaan, petugas juga telah memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik jalan berlubang.
“Kami juga sudah memasang rambu-rambu peringatan di semua titik jalan berlubang,” katanya.
Sebelumnya, kerusakan jalan di Jalan Raya Lingkar Timur kembali memakan korban jiwa. Seorang pengendara motor Honda Vario meninggal dunia setelah diduga berusaha menghindari lubang di jalan, lalu terjatuh dan terlindas truk pada Jumat (6/3) pagi.
Peristiwa tragis tersebut mendapat perhatian Bupati Sidoarjo, Subandi. Ia menyampaikan duka cita sekaligus memerintahkan agar perbaikan jalan di kawasan Lingkar Timur dipercepat, bahkan jika perlu dikerjakan siang dan malam. (dik/vga)