Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Gubernur Khofifah: Lulusan SMK di Sidoarjo Diindent Industri sebelum Lulus

Diky Putra Sansiri • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:34 WIB
SIAP KERJA: Hasil karya anak-anak SMK di Sidoarjo dilihat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
SIAP KERJA: Hasil karya anak-anak SMK di Sidoarjo dilihat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Paradigma sekolah kejuruan kini bukan lagi soal mencari kerja setelah lulus, melainkan menjadi rebutan industri bahkan saat masih di bangku kelas 11.

Fenomena indent siswa ini terlihat jelas saat Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung ekosistem belajar di SMKN 1 Buduran, Sidoarjo, Senin (9/2) sore.

Di sekolah ini, batasan antara ruang kelas dan dunia nyata nyaris tidak ada. Dengan skema satu minggu teori dan dua minggu praktik langsung melayani publik, para siswa ditempa menjadi tenaga profesional yang siap pakai.

Gubernur Khofifah menegaskan, daya serap tenaga kerja employability di berbagai sektor pembangunan adalah prioritas utama.

Menurutnya, model pembelajaran yang diterapkan di SMKN 1 Buduran di mana unit usaha sekolah seperti resto, kafe, edOTEL, hingga salon dibuka untuk umum adalah kunci keberhasilan vokasi.

"Ini menjadi penting kalau misalnya mereka sudah terampil di berbagai bidangnya, maka yang akan merekrut juga akan lebih confident (percaya diri)," ujar Khofifah.

Ia menambahkan bahwa kualitas lulusan yang mumpuni membuat banyak perusahaan melakukan skema indent atau memesan tenaga kerja jauh-jauh hari.

"Karena mereka (industri, red) melihat langsung bagaimana proses pada saat mereka di sekolah. Jadi magangnya ini sebetulnya melayani sesuai profesinya dan berinteraksi dengan masyarakat umum," imbuhnya.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadindik Jatim) Aries Agung Paewai menekankan, kurikulum SMK saat ini terus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi.

Fokusnya tidak hanya pada keahlian teknis, tetapi juga kemampuan berwirausaha secara digital. Aries mencontohkan bagaimana sektor tata busana dan tata boga kini tidak lagi bergantung pada gerai fisik konvensional.

"Sekarang belanjanya kan secara online, maka anak-anak diajari untuk mereka juga bisa menjadi marketing. Tidak ada pangsa pasar yang tidak bisa diserap oleh tenaga kerja kita," tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa tujuan akhir siswa SMK kini meluas, bukan hanya menjadi karyawan, tapi menjadi pencipta lapangan kerja.

"Bukan hanya terkait dengan dunia industri, tapi dunia wirausaha. Contohnya tata busana, karya-karya hebat anak-anak kita ini bisa mereka pasarkan secara online. Begitu juga produk roti dan makanan, diproduksi dan dipasarkan lewat digital," tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Siswa #karya #Gubernur #Jatim #Belajar