Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Bupati Sidoarjo Ingatkan Satpol PP Lebih Humanis Tertibkan PKL yang Berjualan saat Puasa

Diky Putra Sansiri • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:20 WIB
TOLERANSI: Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) saat Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah di Fave Hotel Sidoarjo.
TOLERANSI: Bupati Sidoarjo Subandi (kiri) saat Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah di Fave Hotel Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO - Menjelang bulan suci Ramadan, tensi politik dan sosial di Kabupaten Sidoarjo diharapkan tetap adem.

Bupati Sidoarjo, Subandi, secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memprioritaskan stabilitas daerah demi kekhusyukan ibadah umat Muslim.

Dalam Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (9/2), Subandi menekankan bahwa harmoni adalah kunci utama menyambut bulan mulia ini.

Bupati Subandi menyoroti potensi gesekan kecil yang sering muncul di masyarakat, salah satunya terkait perbedaan teknis ibadah. Ia meminta masyarakat untuk dewasa dalam menyikapi perbedaan tersebut.

"Perbedaan jumlah rakaat tarawih tidak perlu diperdebatkan. Yang terpenting adalah kita saling menghormati dan tetap berkoordinasi di wilayah masing-masing," tegas Subandi.

Tak hanya soal ibadah, Subandi juga menginstruksikan Satpol PP untuk lebih humanis namun tetap sigap dalam memantau Pedagang Kaki Lima (PKL).

Ia menekankan pentingnya sosialisasi bagi pedagang makanan yang tetap beroperasi di siang hari agar tetap menjaga etika di tengah masyarakat yang berpuasa.

Hal menarik dalam arahan Bupati kali ini adalah sorotan tajam terhadap kegiatan sekolah, khususnya outing class. Subandi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) bertindak lebih tegas terhadap sekolah yang "nakal" atau tidak transparan dalam menyelenggarakan kegiatan luar sekolah.

"Outing class sebaiknya cukup dilakukan di wilayah Kabupaten Sidoarjo atau sekitarnya saja. Saya temukan ada kegiatan yang ditutupi dan tidak transparan. Kepala sekolah harus memberikan contoh yang baik," ujarnya.

Menjaga kualitas istirahat warga juga menjadi perhatian. Subandi berencana mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mengatur batas waktu pengajian malam hari agar tidak larut hingga dini hari.

"Biasanya pengajian berlangsung sampai jam 12 malam. Kita perlu kesepakatan bersama sampai jam berapa agar tidak mengganggu waktu istirahat warga. Intinya akan dibuatkan SE sebagai pedoman," jelasnya.

Terkait tradisi takbiran, meski teknis takbiran keliling masih akan dirundingkan lebih lanjut, Subandi memastikan tidak akan memberangus kearifan lokal yang sudah menjadi identitas Sidoarjo.

"Kearifan lokal tidak boleh ditinggalkan. Takbiran anak-anak membawa obor tetap kita biarkan berjalan, supaya suasana menyambut Lebaran tetap semarak dan berjalan baik," tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Masyarakat #PKL #Ramadan #Puasa #Bupati