RADAR SIDOARJO - Gerah karena tak kunjung mendapat respons konkret dari pemerintah, puluhan pemuda Karang Taruna Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo, melancarkan aksi protes melalui gerakan nyata.
Mereka bahu-membahu melakukan penambalan darurat pada akses jalan kabupaten yang ambles sedalam 40 sentimeter demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
Aksi gotong royong ini menjadi sorotan setelah video perbaikan swadaya tersebut viral di media sosial. Dengan alat seadanya, para pemuda ini berjibaku menguruk lubang menganga yang selama ini mengancam nyawa pengendara di jalur penghubung vital antara Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.
Kepala Dusun (Kasun) Tanjunganom M Erwin Dasa Yuafi mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, kerusakan jalan ini sudah berlangsung selama dua bulan terakhir dan semakin parah akibat gerusan air.
"Amblas sedalam 30 sampai 40 sentimeter, panjangnya sekitar enam meter dan lebar satu setengah meter. Posisi yang ambles itu tepat di atas saluran air dari Sungai Pelayaran untuk irigasi sawah warga," jelas Erwin, Jumat (6/2).
Ia menambahkan bahwa lambannya penanganan dari pihak berwenang telah memicu banyak insiden kecelakaan, terutama saat cuaca buruk.
"Kalau malam sering sekali pengendara motor terjatuh. Apalagi kalau hujan deras, lubangnya tertutup genangan air, jadi sangat berbahaya," terangnya.
Kondisi jalan rusak ini, menurutnya, telah dilaporkan kepada berbagai pihak, mulai dari kecamatan, Pemkab, sampai ke Dinas PUBMSDA.
"Namun tidak pernah ada kelanjutannya. Padahal ini akses vital," tegasnya.
Aksi ini merupakan kali kedua warga melakukan perbaikan mandiri. Sebelumnya, upaya penambalan menggunakan semen rusak total akibat diguyur hujan deras sehari sebelumnya. Kali ini, warga menggunakan material sirtu (pasir batu) untuk memastikan jalan setidaknya bisa dilintasi dengan aman.
"Kami hanya ingin jalan ini aman dilewati kembali. Jangan sampai menunggu ada nyawa melayang baru ditambal permanen," tuturnya.
Aksi heroik warga ini pun menuai simpati dari pengguna jalan. Tak sedikit pengendara yang melintas memberikan donasi sukarela untuk membantu biaya pembelian material penambalan tersebut.
Menanggapi aksi protes nyata warga tersebut, Camat Taman Ahmad Fauzi mengklaim bahwa pihaknya sudah menjalankan prosedur pelaporan secara berjenjang ke tingkat kabupaten.
"Sudah kami sampaikan ke Pak Makhmud (Kepala Dinas PUBMSDA)," ujar Fauzi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Muhammad Makhmud menyatakan, pihaknya akan segera mengevaluasi mekanisme perbaikan jalan tersebut, apakah melalui program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) atau penanganan langsung dari dinas.
"Segera kami koordinasi dengan kecamatan untuk program PIWK. Apabila tidak memungkinkan, maka kami yang akan turun mengerjakan," katanya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista