Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Cuaca Ekstrem Intai Sidoarjo hingga 10 Februari, Waspada Banjir dan Angin Kencang

Diky Putra Sansiri • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:34 WIB
WASPADA: Ilustrasi cuaca ekstrem di Sidoarjo. (AI/DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
WASPADA: Ilustrasi cuaca ekstrem di Sidoarjo. (AI/DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Hujan lebat yang turun hampir tanpa jeda, disertai angin kencang, menjadi sinyal kuat bahwa ancaman cuaca ekstrem belum akan berakhir di wilayah Sidoarjo.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini, menyusul tingginya potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menegaskan bahwa Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sidoarjo, saat ini telah memasuki puncak musim hujan dengan tingkat risiko cuaca ekstrem yang tinggi.

“Hingga tanggal 10 Februari, potensi hujan lebat disertai angin kencang masih cukup signifikan. Dampaknya bisa berupa banjir, genangan, banjir bandang, angin puting beliung, bahkan hujan es,” ujar Taufiq, Rabu (4/2).

BMKG mencatat hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Sidoarjo menjadi salah satu wilayah yang perlu perhatian khusus, mengingat banyaknya kawasan permukiman padat yang rawan genangan dan banjir.

Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai dampak ikutan seperti jalan licin, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta terganggunya aktivitas transportasi, terutama pada sore hingga malam hari.

“Dalam dua pekan ini merupakan puncak musim hujan. Intensitas hujan dan angin kencang diperkirakan lebih tinggi dibanding sebelumnya, khususnya pada sore hingga malam,” jelasnya.

Menurut Taufiq, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, serta adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Low Frequency, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur.

“Suhu muka laut di perairan Selat Madura masih cukup hangat, ditambah kondisi atmosfer lokal yang labil. Ini sangat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang,” paparnya.

Hasil pengamatan radar BMKG juga menunjukkan adanya pola konvergensi dan gangguan atmosfer yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada sore hingga malam hari.

BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi sangat cepat, sehingga masyarakat diminta untuk selalu waspada dan mengikuti informasi resmi.

“Kami mengimbau masyarakat terus memantau informasi dari BMKG, termasuk melalui citra radar cuaca WOFI dan peringatan dini yang kami perbarui secara berkala,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Cuaca #BMKG #Waspada #Banjir #angin #Hujan