RADAR SIDOARJO - Kinerja Perumda Delta Tirta Sidoarjo terus mengalir deras.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan daerah penyedia air bersih ini berhasil mencatat lonjakan laba signifikan, sekaligus menyiapkan langkah besar menuju target ambisius, cakupan layanan air bersih 100 persen untuk seluruh warga Sidoarjo.
Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dwi Hary Soeryadi menegaskan capaian keuangan tersebut menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk melangkah ke fase pengembangan jangka panjang.
PdamBaca Juga: PDAM Sidoarjo Mulai Bangun JDU dari Pondok Tjandra ke Tambak Oso, Target Rampung Akhir Desember
“Kinerja keuangan yang positif ini menunjukkan bahwa Delta Tirta dikelola secara baik dan efisien. Ini menjadi modal penting bagi kami untuk melakukan pengembangan layanan ke depan,” ujar Dwi, Rabu (4/2).
Dari sisi laba, tren kenaikan terjadi secara konsisten. Pada 2021, Delta Tirta membukukan laba lebih dari Rp 15 miliar, melampaui target Rp 11 miliar.
Angka tersebut naik menjadi Rp 28 miliar pada 2022 dari target Rp 17 miliar, melonjak tajam ke Rp 43 miliar pada 2023 dengan target hanya Rp 19 miliar, dan kembali meningkat menjadi Rp 46 miliar pada 2024 dengan target Rp 20 miliar.
Untuk 2025, perusahaan menargetkan laba Rp 46 miliar, dan meningkat menjadi Rp 49 miliar pada 2026.
Menurut Dwi, tantangan terbesar ke depan bukan hanya menjaga kinerja keuangan, tetapi memastikan ketersediaan air bersih seiring pertumbuhan jumlah pelanggan.
“Kami sudah menyusun roadmap pengembangan layanan, termasuk rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru. Tujuannya agar kapasitas produksi air bersih sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dalam peta jalan tersebut, jumlah pelanggan diproyeksikan meningkat drastis, dari sekitar 227 ribu pelanggan pada 2025 menjadi lebih dari 790 ribu pelanggan pada 2042. Target akhirnya adalah cakupan layanan air bersih mencapai 100 persen secara bertahap.
“Perencanaan ini tidak bisa ditunda. Dukungan kebijakan dan percepatan realisasi sangat dibutuhkan agar layanan air bersih di Sidoarjo tetap berkelanjutan,” tegas Dwi.
Ia menambahkan, target tersebut selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 dan kebijakan pemerintah pusat. Bahkan, Delta Tirta menjadikan keberhasilan PDAM Surabaya yang telah mencapai cakupan layanan 99,9 persen sebagai referensi.
“Kami telah menyusun roadmap strategis untuk mengejar target cakupan layanan hingga 100 persen. Ini juga sejalan dengan target pemerintah pusat agar seluruh kabupaten/kota mencapai layanan air bersih penuh pada 2045,” katanya.
Untuk mempercepat pencapaian target, Delta Tirta menjalankan berbagai program pemasangan sambungan baru. Mulai dari program reguler, non-reguler, Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Keuangan yang gratis bagi masyarakat tertentu, hingga program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan biaya terjangkau melalui skema hibah APBD.
Pada 2026, Perumda Delta Tirta Sidoarjo mengalokasikan dana Rp 16,5 miliar untuk pengembangan jaringan perpipaan dan sambungan layanan baru. Dana APBD tersebut disalurkan dalam bentuk fisik melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Cipta Karya (P2CKTR) Pemkab Sidoarjo.
“Pekerjaan ini mencakup perpipaan dan sambungan layanan baru untuk sekitar 1.500 pelanggan secara gratis,” ungkapnya.
Program tersebut diprioritaskan di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Porong, Gedangan, Taman, dan Waru, dengan rencana lelang pekerjaan pada Juli atau Agustus 2026.
Selain itu, Delta Tirta juga menargetkan penambahan 28.600 sambungan rumah (SR) sebagai bagian dari target operasional tahun 2026.
Dwi berharap, langkah-langkah strategis tersebut mampu menjaga Sidoarjo tetap tumbuh sebagai daerah yang kuat dan berdaya saing.
“Kami ingin Sidoarjo terus berbenah, semakin baik ke depannya, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan layanan air bersih yang andal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista