Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pengakuan Santri Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Dihukum Bantu Ngecor jika Bolos 

Diky Putra Sansiri • Rabu, 1 Oktober 2025 | 22:21 WIB

 

TERUS BERHARAP: Para orang tua maupun wali santri sedang mencari data terkait kondisi anak maupun gedung Ponpes Al Khoziny Buduran. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)
TERUS BERHARAP: Para orang tua maupun wali santri sedang mencari data terkait kondisi anak maupun gedung Ponpes Al Khoziny Buduran. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Proses pencarian korban ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih terus berlangsung hingga Rabu (1/10). Tim SAR gabungan berjibaku menyisir reruntuhan untuk mencari puluhan santri yang masih tertimbun.

Hingga siang kemarin, 120 santri berhasil dievakuasi, sementara 66 lainnya masih dalam pencarian.

Baca Juga: Jalankan Misi Kemanusiaan, Tim SAR Majlis Tafsir Alquran (MTA) Sidoarjo Evakuasi Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny Buduran

Di balik musibah memilukan ini, muncul kesaksian dari salah satu santri. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan santri dalam pekerjaan pengecoran bangunan biasanya terkait dengan bentuk hukuman bagi mereka yang melanggar aturan pesantren.

“Kalau ada santri yang ketahuan bolos, biasanya dihukum bantu ngecor. Tapi sebenarnya kami hanya ikut saja, karena tukangnya sudah ada. Santri tidak wajib, cuma disuruh bantu kalau kena hukuman,” jelas santri yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: Foto-Foto Proses Evakuasi Musala Ponpes Al Khoziny yang Ambruk

Ia menambahkan, peristiwa ambruknya musala terjadi saat salat berjemaah.

“Imamnya selamat, tapi banyak teman-teman saya yang tertimpa,” ujarnya. Santri yang sudah enam tahun mondok itu mengaku selamat karena saat kejadian berada di luar pondok.

Kisah lain datang dari Abdul, keluarga salah satu korban. Ia menyebut keponakannya yang berasal dari Madura ikut berada di dekat lokasi pengecoran sebelum musala runtuh. “Jadi lagi ngecor, jatuh, terus luka di wajah, giginya copot,” terangnya.

Hingga Rabu pagi, harapan keluarga korban dan para santri masih menggantung di balik puing-puing bangunan. Doa terus dipanjatkan agar proses evakuasi berjalan cepat dan para korban segera ditemukan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Santri #Ponpes #Musala #Ambruk #bolos