RADAR SIDOARJO - Kecelakaan maut terjadi di simpang tiga Traffic Light (TL) Jalan Raya Geluran, Kecamatan Taman, tepat di sekitar Pos Lantas Geluran, Rabu (27/8) malam. Sebuah dump truk menabrak sepeda motor Honda Vario hingga pengendaranya tewas di tempat.
Insiden tersebut diduga akibat rem dump truk blong, sehingga sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.
Korban diketahui bernama Abdulah Abas Fatah, 22, mahasiswa asal Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman. Saat kejadian, motor Honda Vario nopol W 4288 NDM yang dikendarainya sedang berhenti di lampu merah.
“Motornya berhenti karena lampu lalu lintas merah, kemudian datang dump truk dari belakang,” tutur Sulaiman, seorang pengemudi ojek online yang berada di lokasi.
Dump truk Mitsubishi Fuso warna merah nopol L 8159 UF dikemudikan Doni Abdul Fatah (33), warga Desa Drunu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Truk tersebut melaju tak terkendali hingga menghantam motor korban.
Akibat tabrakan keras, korban terseret beberapa meter dan terlindas roda truk. Ia meninggal di lokasi dengan luka parah di bagian kepala dan tubuh.
“Benturan sangat keras. Saya yang berada di seberang jalan sampai kaget. Lampu merah masih menyala, semua kendaraan berhenti, tapi truk seperti tidak bisa ngerem,” kata Sulaiman.
Jenazah korban dievakuasi ke RS Anwar Medika, Balongbendo untuk keperluan visum. Sementara motor korban rusak parah.
Di hadapan polisi, sopir truk mengaku kaget karena rem tiba-tiba tidak berfungsi. “Selama perjalanan tidak ada kendala. Tapi sampai di sini, rem mendadak tidak berfungsi,” ucap Doni. Ia menyebut saat itu dalam perjalanan pulang ke garasi setelah bongkar muatan di Pabrik Pakerin, Mojokerto.
Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo segera melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta mengamankan barang bukti. “Sudah kami lakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, Kompol Jodi Indrawan.
Saat ini sopir dump truk telah diamankan untuk dimintai keterangan. Polisi juga akan memeriksa kelayakan kendaraan dan mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pengemudi. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista