Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Khofifah Mantapkan Jatim sebagai Lumbung Pangan Nasional

Vega Dwi Arista • Kamis, 12 Juni 2025 | 01:03 WIB
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa

RADAR SIDOARJO - Keberhasilan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa semakin terbukti lewat pencapaian luar biasa di sektor pertanian. Kepemimpinan yang penuh inovasi dan kolaborasi ini telah membawa Jatim menjadi lumbung pangan nasional yang makin kokoh.

Khofifah berhasil memperkuat sektor pertanian melalui capaian surplus beras hingga 3 juta ton. Keberhasilan ini menandakan peran strategis Jawa Timur dalam memastikan ketahanan pangan nasional.

"Kepemimpinan Gubernur Khofifah terbukti mampu menjaga Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional dengan surplus beras mencapai 3 juta ton," ujar Peneliti Utama The Republic Institute (TRI), Dr Sufyanto.

Sufyanto memaparkan, kebutuhan konsumsi beras di Jawa Timur tahun ini diperkirakan sekitar 6 juta ton. Sementara itu, hasil panen mampu menembus angka 9 juta ton.

"Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 6 juta ton dan hasil panen mencapai 9 juta ton, ini menunjukkan betapa strategisnya peran Jawa Timur di sektor pertanian," lanjutnya.

Pencapaian luar biasa tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Khofifah yang piawai memaksimalkan potensi daerah. Inovasi dan sinergi lintas daerah di bawah arahannya membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian Jatim.

"Di bawah arahan Khofifah, potensi besar ini terus dioptimalkan melalui dorongan terhadap inovasi dan kolaborasi lintas daerah," jelas Sufyanto.

Keberhasilan tersebut mempertegas posisi Jatim sebagai provinsi terdepan dalam urusan swasembada pangan. Langkah konkret Khofifah memajukan pertanian menjadikan Jatim sebagai pionir ketahanan pangan nasional.

Sufyanto pun menegaskan peluang besar yang dimiliki Jawa Timur di masa mendatang. Ia menyebut, dengan komitmen yang terus diperkuat, surplus beras di Jatim bisa terus meningkat hingga 10 juta ton.

"Dengan komitmennya, bukan tidak mungkin surplus ini bisa ditingkatkan hingga 10 juta ton di masa depan, menjadikan Jawa Timur pusat ketahanan pangan nasional yang makin tangguh," tambahnya.

Data terbaru menunjukkan produksi padi di Jawa Timur diperkirakan mencapai 12,7 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan produksi beras mencapai 8,19 juta ton. Pencapaian ini mempertegas posisi Jatim sebagai produsen beras terbesar di Indonesia.

Surplus beras yang dihasilkan tidak hanya menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar. Hasil ini juga memperkuat posisi Jatim sebagai andalan utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Langkah Khofifah yang konsisten menghadirkan inovasi terbukti efektif dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan pangan. Jawa Timur terus menunjukkan kemajuan sebagai pilar utama ketahanan pangan Indonesia. (rud/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Kepemimpinan #Gubernur Jatim #Pertanian #Khofifah #Khofifah Indar Parawansa