SIDOARJO - Warga RT 06/RW 03 Desa Buncitan, Kecamatan Sedati geger. BDA warga Desa Bedoho, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo ditemukan tewas gantung diri di dalam gudang alat berat.
Karumkit Pusdik Bhayangkara Porong AKBP dr Eko Yunianto membenarkan adanya jenazah BDA di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
Korban yang merupakan laki-laki berusia 17 tahun itu ditemukan tak bernyawa oleh mertua dari pemilik gudang, yakni Kusnan. BDA ditemukan Kusnan saat sedang berolahraga pagi pada, Kamis (21/12).
Jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan otopsi. Namun, kabarnya keluarga korban menolak jenazah korban untuk diotopsi.
"Iya ada jenazah korban," ujarnya.
Terkait penyebab kematian, pihaknya tidak dapat memberikan keterangan. "Penyebab kematian tidak dapat ditentukan karena keluarga menolak diotopsi," jelasnya.
Akan tetapi, ada tanda pembusukan. Menurutnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari luar, ditemukan jejas di leher.
"Diduga korban gantung diri," imbuhnya.
Jenazah sudah membusuk diperkirakan waktu kematian tiga sampai empat hari. Jenazah juga langsung dibawa keluarga ke rumah duka.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono mengatakan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, korban yang berasal dari salah satu SMK di Ponorogo itu sedang melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di PT Inter Tehnik Gemilang milik Zaki Gufron.
Baca Juga: Warga Gedangan Sidoarjo Geger, Pria 26 Tahun Tewas Gantung Diri di Pohon Mangga
Warga sekitar Hidayat mengungkapkan, pada Kamis (21/12) sekitar pukul 06.00 ada warga yang berolahraga pagi melintasi gudang tersebut.
Saat melewati depan gudang, warga merasa curiga karena mencium bau busuk yang menyengat dari dalam gudang.
Warga yang curiga, mengajak warga lain untuk memastikan ke dalam gudang untuk mengetahui asal muasal bau yang menyengat tersebut.
"Waktu itu kondisi pintunya tertutup," ungkapnya.
Setelah penasaran, orang tersebut mendekat dan masuk ke dalam gudang untuk memastikan. Ternyata bau busuk yang dicium timbul dari sesosok jenazah yang gantung diri di dalam bengkel.
Mengetahui hal tersebut, dia langsung memanggil warga sekitar. "Semua orang dipanggil dan termasuk pihak berwajib untuk mengevakuasi jenazah," jelasnya.
Dari keterangan saksi, menjelaskan bahwa korban sudah menjalani PKL sejak Kamis, (7/9) di bengkel tersebut selama enam bulan bersama kedua rekannya.
Kemudian, pada Selasa (19/12) sekira pukul 01.30, korban meminta tolong rekan magangnya untuk diantar pulang ke keluarganya di daerah Rungkut, Surabaya.
Saat gantung diri ditemukan seutas tali seling warna hijau, tangga kayu, sepasang sandal korban warna hitam, pakaian korban, satu buah HP dan satu tas punggung. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista