Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Masih Banyak yang Tak Lulus Ujian SIM, Ini Solusi dari Satlantas Polresta Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Selasa, 28 November 2023 | 00:55 WIB

 

LEBIH MUDAH: Pemohon SIM sedang latihan di lintasan baru Satlantas Polresta Sidoarjo. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
LEBIH MUDAH: Pemohon SIM sedang latihan di lintasan baru Satlantas Polresta Sidoarjo. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

SIDOARJO - Masyarakat Sidoarjo tidak perlu khawatir lagi jika gagal lulus ujian SIM (Surat Izin Mengemudi). Kali ini, Satlantas Polresta Sidoarjo membuat inovasi baru. Yakni Coaching Clinic (CC) atau pelatihan untuk pemohon SIM.

Program baru di Satpas Polresta Sidoarjo tersebut, namanya CEKATAN SIM (Cepat Tingkatkan Kemampuan Ujian Teori dan Ujian Praktik SIM). Coaching Clinic dilaksanakan pada Rabu dan Jumat.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Indra Budi Wibowo mengungkapkan, meski ujian praktek SIM yang semula lintasan angka 8 dan diubah menyerupai huruf S, namun masih banyak masyarakat yang tidak lulus.

"Tapi faktanya masyarakat tetap sulit, jadi sedikit yang mendapatkan SIM," ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya mempunyai inisiatif untuk membuat program baru, yakni CEKATAN SIM. Coaching Clinic dilakukan sebelum masyarakat mengikuti ujian yang sebenarnya dalam pembuatan SIM.

Menurut Indra, CC dijadwalkan seminggu hanya dua kali. Yakni pada Rabu dan Jumat, pukul 15.00-16.00 di Satpas Polresta Sidoarjo. Kabar baiknya, jika animo masyarakat semakin tinggi. Nantinya, pelatihan akan dilaksanakan setiap hari.

"Bebas, untuk siapa saja yang akan membuat SIM. Kami juga memprioritaskan untuk masyarakat yang mengulang berkali-kali," ungkapnya.

Dia mengharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat bisa dengan mudah untuk mendapatkan SIM. Sehingga, tidak perlu mengulang berkali-kali.

"Membuat SIM itu mudah, murah dan cepat. Jika ada yang menawarkan seperti calo jangan digubris, lebih baik mengikuti pelatihan," tegasnya.

Pelatihan dapat dilakukan hingga lebih dari satu kali, bahkan sampai mahir. Hal tersebut guna memberikan kemudahan bagi masyarakat, agar dapat mengurus SIM dengan mudah.

Coaching Clinic tersebut sudah dibuka selama satu bulan. Menurutnya, pada tahap pertama, pihaknya melihat animo masyarakat cukup tinggi.

"Nanti tahap kedua akan kita kembangkan," jelasnya.

Dia menegaskan, mengenai harga pembuatan SIM mahal hingga melebihi Rp 1 juta adalah hoax. Karena saat ini masyarakat dapat dengan mudah mengakses rincian harga dalam membuat SIM melalui online.

"Semua sudah transparan, jika ada yang menawarkan harga SIM lebih dari itu, jangan dipercaya," himbaunya.

"Coaching Clinic ini tidak dipungut biaya alias gratis. Jadi yang jelas kita pastikan orang yang mengikuti ini, Insyallah dia dapat bekal dan lebih mudah membuat SIM," imbuhnya.

Sampai saat ini, momok dalam uji SIM berada di uji praktik. "Yang gagal kebanyakan di umur 40 tahun ke atas, tidak menutup kemungkinan yang muda juga ada," terangnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#sim #Satlantas #Praktik #Pelatihan #ujian #Polresta