RADAR SIDOARJO - Deltras Sidoarjo harus mengakui keunggulan Persela Lamongan dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Delta. Kekalahan tipis tersebut membuat posisi The Lobster turun ke peringkat empat klasemen grup timur Championship Liga 2 musim 2025/2026.
Pelatih Deltras Sidoarjo, Widodo Cahyono Putro mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Namun yang paling disorotnya bukan soal permainan, melainkan kepemimpinan wasit di lapangan.
Menurutnya, sejumlah keputusan wasit dinilai kurang konsisten. Terutama dalam penggunaan VAR yang dianggap tidak seimbang antara kedua tim.
“Kalau VAR netral, pertandingan seharusnya tidak serumit tadi, gol kami selalu dicek VAR, sementara gol lawan tidak,” ucapnya usai pertandingan.
Dalam laga itu, dua gol The Lobster dianulir setelah melalui proses pengecekan VAR. Keputusan tersebut memicu protes dari pemain dan ofisial Deltras di tepi lapangan.
Wasit menilai ada pelanggaran sebelum proses gol terjadi. Akibatnya, pertandingan sempat molor karena berlangsung alot di menit-menit akhir.
Tambahan waktu pun cukup panjang hingga 15 menit. Laga tersebut akhirnya baru tuntas di menit ke-105.
Widodo menjelaskan, kondisi timnya sangat emosional selepas pertandingan. Dia pun meminta maaf kepada Deltamania karena pemain tidak sempat menyanyikan anthem seperti biasanya.
“Saya mohon maaf, anak-anak langsung ke ruang ganti karena suasananya emosional sekali, ini pertama kali saya melihat mereka seemosional itu,” tuturnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista