RADAR SIDOARJO - Di tengah tekanan usai empat kekalahan beruntun, Deltras FC Sidoarjo memilih mengalihkan fokus.
Bukan sekadar taktik, melainkan kekuatan mental tim yang kini jadi perhatian utama jelang laga krusial melawan Persela Lamongan.
Baca Juga: Dari Lapangan ke Pinggir Lapangan, Hariono Mulai Babak Baru Bersama Deltras Sidoarjo
Pelatih Deltras FC Nurul Huda menegaskan, kondisi psikologis pemain menjadi kunci untuk bangkit di penghujung kompetisi.
Ia meminta seluruh pemain menyatukan tujuan dan melupakan hasil buruk sebelumnya.
Baca Juga: Pelatih Deltras Sidoarjo: Harus Bangkit saat Hadapi Persela
“Yang penting pemain punya satu tujuan itu aja. Ini kan akhir kompetisi. Dia jualan untuk dirinya, juga efeknya nanti kalau dia bagus timnya kan terbawa ikut bagus,” ujar Nurul Huda, Kamis (2/4).
Menurutnya, tren negatif yang dialami tim tidak boleh terus membayangi. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan menghindari saling menyalahkan di dalam tim.
Baca Juga: Deltras Sidoarjo Kalah Telak 0-3 di Kandang Persipura
“Terus kita kan empat kali pertandingan kalah terus. Nah makanya mentalnya harus dijaga, harus saling kompak, enggak usah saling menyalahkan. Udah lupakan yang kemarin-kemarin kita kalah. Kita songsong sama Lamongan, ya itu satu tujuan harus menang,” tegasnya.
Nurul Huda juga menyoroti masih adanya kebiasaan sebagian pemain yang saling mengkritik kesalahan rekan setim. Hal itu, menurutnya, justru dapat merusak suasana tim.
“Yang penting nggak saling nyalahkan itu aja. Harus dilupakan yang lawan Persipura, ada pemain yang kurang bagus mainnya harus disupport, jangan membahas salahnya teman-temannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, sepak bola adalah permainan kolektif yang membutuhkan dukungan satu sama lain. Dengan saling menguatkan, performa tim diyakini akan ikut terangkat.
“Main bola kan satu tim. Jadi kalau satu main jelek harus kita support biar timnya kebawa bagus juga,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista