RADAR SIDOARJO – Anggapan bahwa penyakit ginjal hanya menyerang orang lanjut usia kini perlu ditinggalkan. Faktanya, generasi muda juga berisiko mengalami gangguan ginjal, bahkan tanpa disadari.
Dikutip dari health.detik.com, penyakit ginjal kronis (PGK) kerap berkembang secara diam-diam atau dikenal sebagai silent killer. Gejala biasanya baru terasa ketika fungsi ginjal sudah menurun drastis.
Baca Juga: Menanam Gizi di Meja Makan: Mengapa Microgreen Lebih dari Sekadar Penghias Piring
Kondisi ini membuat banyak orang, terutama anak muda, sering mengabaikan tanda-tanda awal karena merasa tubuhnya masih sehat.
Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Gejala Sering Dianggap Sepele
Salah satu tantangan dalam mendeteksi penyakit ginjal adalah gejalanya yang tidak spesifik. Banyak tanda awal yang kerap dianggap sebagai kelelahan biasa atau gangguan ringan. Namun, jika dibiarkan, penumpukan racun dalam darah akibat gangguan fungsi ginjal bisa berujung fatal.
Berikut sejumlah tanda yang perlu diwaspadai:
Pertama, tubuh mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Hal ini terjadi karena penumpukan racun dalam darah serta berkurangnya produksi hormon pembentuk sel darah merah, yang menyebabkan anemia.
Kedua, gangguan tidur. Ketika ginjal tidak bekerja optimal, racun tidak terbuang dengan baik sehingga mengganggu kualitas tidur.
Baca Juga: Propam Polresta Sidoarjo Ajak 30 Anak Yatim Nikmati Makan Bergizi
Ketiga, kulit kering dan gatal berkepanjangan. Kondisi ini bisa menjadi tanda ketidakseimbangan mineral dalam tubuh akibat fungsi ginjal yang menurun.
Keempat, frekuensi buang air kecil meningkat, terutama di malam hari. Ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada fungsi penyaringan ginjal.
Kelima, munculnya darah dalam urine. Kondisi ini menandakan adanya kebocoran pada filter ginjal dan perlu segera diperiksakan.
Keenam, urine berbusa. Busa berlebih bisa menjadi indikasi adanya protein yang bocor ke dalam urine.
Ketujuh, pembengkakan di sekitar mata. Hal ini disebabkan oleh hilangnya protein dalam tubuh yang memicu penumpukan cairan.
Kedelapan, pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki akibat penumpukan cairan karena ginjal tidak mampu membuang natrium dengan baik.
Kesembilan, penurunan nafsu makan yang sering disertai mual atau rasa tidak nyaman di perut akibat penumpukan racun.
Kesepuluh, kram otot yang dipicu oleh ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Jangan Tunggu Parah
Penting bagi masyarakat untuk tidak menunggu hingga kondisi memburuk sebelum memeriksakan diri. Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, atau usia lanjut.
Dengan mengenali gejala sejak dini, kerusakan ginjal dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.
Kesadaran dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan ginjal, bahkan sejak usia muda. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista