Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Lima Bulan, Dinkes Sidoarjo Temukan Hampir 2.000 Kasus TBC, Ini Solusinya

M Saiful Rohman • Selasa, 27 Mei 2025 | 00:23 WIB

SKRINING: Petugas dari Puskesmas Porong saat memeriksa kesehatan masyarakat. (IST)
SKRINING: Petugas dari Puskesmas Porong saat memeriksa kesehatan masyarakat. (IST)
 

RADAR SIDOARJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 1.952 kasus positif tuberkulosis (TBC) dalam kurun waktu lima bulan terakhir.

Angka ini setara dengan 34 persen dari total 5.813 warga yang sebelumnya tercatat memiliki gejala TBC.

Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sidoarjo, Danang Abdul Ghani, menyebut sebagian besar kasus tersebut telah langsung ditindaklanjuti dengan pengobatan.

“Sebanyak 1.612 pasien sudah mendapatkan pengobatan,” ungkapnya, Senin (26/5).

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa sistem deteksi dan penanganan TBC di Sidoarjo cukup responsif.

Untuk menekan angka penularan, Dinkes terus menggiatkan skrining terhadap orang-orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC, serta mereka yang masuk dalam kelompok berisiko.

“Siapa pun yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan batuk akan kami lakukan skrining,” jelas Danang.

Skrining juga dilakukan terhadap kelompok dengan risiko tinggi, seperti penyandang diabetes, ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), serta penghuni lapas atau rutan.

Selain itu, lingkungan sekolah dan asrama yang sebelumnya ditemukan kasus positif juga turut menjadi sasaran.

“Langkah ini penting untuk memutus mata rantai penularan TBC sedini mungkin,” tegasnya.

Saat ini, seluruh puskesmas di Kabupaten Sidoarjo telah menyediakan layanan skrining dasar berdasarkan gejala yang dialami pasien.

Namun untuk pemeriksaan lanjutan seperti rontgen paru-paru, fasilitas tersebut masih belum tersedia secara merata.

“Kami masih menunggu petunjuk teknis dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait pengoperasian mobil rontgen bantuan dari Global Fund,” terang Danang.

Melalui perluasan skrining dan sinergi lintas sektor, pihaknya menargetkan cakupan penemuan kasus TBC akan meningkat signifikan. “Deteksi dini dan pengobatan tepat menjadi kunci utama pengendalian TBC di Sidoarjo,” pungkasnya. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#TBC #kasus #Dinkes #solusi #positif