Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. M Athoillah, menyampaikan bahwa target akhir tahun untuk cakupan imunisasi polio adalah 100 persen. Sedangkan target minimal setiap empat bulan sebesar 33 persen. “Namun, hingga saat ini target tersebut belum dapat tercapai dikarenakan beberapa kendala,” katanya.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah mobilisasi penduduk. Upaya untuk menggerakkan seluruh penduduk, terutama anak-anak, agar mendapatkan imunisasi polio belum sepenuhnya optimal. Selain itu, saat proses imunisasi berlangsung, terkadang ada anak yang sedang sakit sehingga tidak dapat diimunisasi.
Meski begitu, upaya terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo untuk meningkatkan cakupan imunisasi polio. Atho menyebutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan kampanye agar masyarakat semakin menyadari pentingnya imunisasi polio untuk melindungi kesehatan anak-anak.
Dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan, Dinas Kesehatan Sidoarjo juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti petugas kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat, untuk meningkatkan partisipasi dalam program imunisasi polio.
Dengan adanya upaya yang berkelanjutan dan kesadaran yang meningkat dari masyarakat, diharapkan cakupan imunisasi polio di Kabupaten Sidoarjo dapat meningkat dan mencapai target yang telah ditetapkan. Imunisasi polio memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda dari penyakit yang dapat mengancam kesehatan dan kehidupan mereka. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista