Untuk penambahan RS tipe D ini, pemkab memanfaatkan gedung Puskesmas Sedati lama. Namun sebelumnya, harus dibangun puskesmas pengganti. Dan Puskesmas Sedati baru, rampung akhir 2020. Pelayanan disana telah tahun aktif sejak pertengahan tahun 2021.
Gedung lama Puskesmas Sedati, sementara ini hanya dimanfaatkan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19 kategori ringan, hingga sekarang.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengungkapkan, tahun ini belum ada pos anggaran untuk pembangunan RS tipe D itu.
"Pada 2022 sepertinya juga belum. Kemungkinan besar baru dimulai 2023," ungkapnya, Senin (4/10).
Dia menilai dengan bangunan yang masih memadai, Puskesmas Sedati lama tersebut hanya perlu direhab agar memenuhi syarat sebagai RS tipe D. Diperkirakan cukup dengan dana sekitar Rp 7 miliar. "Misal menambah IGD, ruang operasi. Sudah cukup," jelasnya.
Maka dari itu, di triwulan empat tahun 2021 hingga pertengahan 2022, pihaknya masih fokus menuntaskan perizinan RSUD Sidoarjo barat dan pembangunan tiga puskesmas baru. Yakni Puskesmas Wonokasian Kecamatan Wonoayu, Puskesmas Tambakrejo Kecamatan Waru dan Puskesmas Tarik.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sidoarjo Abdillah Segaf Al Hadad menambahkan, persiapan mengubah puskesmas menjadi RS tipe D melalui proses panjang. Sebelum dibangun fisiknya, perlu ada kajian. Seperti jumlah penduduk, aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kesehatan dari pemkab. (rpp/vga) Editor : Vega Dwi Arista