Selain itu pembinaan di luar keolahragaan bagi atlet, juga diharapkan menjadi masukan dalam bahasan program Rakerkab tahun ini. "Alangkah baiknya yang dibahas adalah hal yang menarik, jangan hanya rutinitas saja," harap Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini.
Zaini mengatakan Pemkab Sidoarjo sendiri telah memikirkan nasib para atlet bagi masa depannya. Seperti prioritas masuk sebagai anggota Polri. Pemkab Sidoarjo dengan Polresta Sidoarjo berkomitmen akan hal itu. Pemkab Sidoarjo akan menanggung biaya diklat bagi atlet Sidoarjo yang diterima sebagai polisi. "Pengurus cabor jangan khawatir, khususnya ketua KONI untuk masa depan atlet kita silahkan direncanakan bersama," ujarnya.
Dikatakannya sudah menjadi kewajiban bersama memikirkan nasib atlet usai tidak lagi berprestasi. Pasalnya atlet merupakan pahlawan yang nyata bagi daerahnya. Oleh karenanya reward wajib diberikan kepada atlet atas prestasinya tersebut. Bahkan menurutnya atlet Sidoarjo dapat juga dimasukkan dalam program prioritas bupati dan wakil Sidoarjo pada program 10 ribu beasiswa kuliah.
"Seiring dengan visi misi bupati terpilih, bagi atlet yang mau melanjutkan pendidikan tingginya bisa di back up dari program beasiswa yang diluncurkan pemkab,"ucapnya.
Ketua KONI Sidoarjo M. Franky Efendi menargetkan runner up pada Jatim 2022. Apalagi saat ini sudah sudah ada 43 cabang olahraga yang sudah tergabung dengan KONI Sidoarjo.
"Empat tahun yang lalu 26 yang aktif, alhamdulillah sekarang sudah 43 cabang olahraga, mudah-mudahan bertambahnya cabor ini KONI Kabupaten Sidoarjo makin serius kerja," tandasnya. (rpp/opi)
Editor : Nofilawati Anisa