"Iya kosong. Karena banyak yang butuh," tegas manajer kualitas UTD PMI Sidoarjo Muhammad Asiq Yusak, Jumat (8/1).
Selain banyak permintaan, PMI Sidoarjo tidak hanya melayani kebutuhan PK bagi warga Sidoarjo saja. Bahkan banyak permintaan dari Pacitan hingga Banyuwangi yang mengantre PK hingga ke PMI Kota Delta. "Jadi itu yang membuat tidak ada stok. Begitu dapat PK, langsung diambil," sambungnya.
Asiq menyatakan hal tersebut disebabkan tidak semua PMI di Jawa Timur menyediakan PK ini. Terbatas. Hanya di PMI Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang, dan Lumajang.
"Di Kota Malang pun juga tidak banyak pendonor PK. Makanya (permintaan, Red) lari ke sini semua termasuk Jember, Banyuwangi. Sehingga antreannya panjang. Bahkan seperti Mojokerto dan Gresik, pihak PMI di sana sampai membawa calon pendonor ke PMI Sidoarjo lalu hasil PK untuk stok kebutuhan di daerahnya," ungkapnya.
Hingga Jumat (8/1) Asiq menyebut ada 129 pasien Covid-19 yang sudah mengantre mendapatkan PK tersebut. Rinciannya 32 pasien untuk golongan darah A, 27 untuk golongan darah B, 53 kebutuhan PK golongan darah O dan 17 kebutuhan golongan darah AB.
Humas Pencarian Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Sidoarjo Nur Nuzulia menyatakan setiap hari masih ada penyintas Covid-19 yang mendonorkan PK-nya. Seperti pada Kamis (7/1) ada sebanyak 10 pendonor. Hingga kemarin 129 masih menunggu mendapat PK. Sedangkan 14 orang sudah terlayani.
"Setiap hari selalu ada yang donor. Tapi belum seimbang dengan permintaan," pungkasnya. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa