Kesiapan tempat penyimpanan tersebut ditinjau langsung oleh Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono. Lokasinya di salah satu ruangan di kantor Dinas Kesehatan Sidoarjo, pada Senin (4/1).
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriyawarman mengatakan, secara teknis Sidoarjo sudah sangat siap. Baik dari kesiapan kelistrikannya, tempatnya dan ukurannya serta sertifikatnya sudah dipersiapkan. “Jadi secara legalitas kesiapan kita sudah memenuhi syarat. Mudah-mudahan kiriman tahap pertama sebanyak 9.291 ke Sidoarjo bisa didistribusikan dengan baik,” katanya.
Syaf memastikan tempat-tempat penyimpanan yang ada di Puskesmas aman. Agar kondisinya lebih terjaga, setiap Puskesmas yang ada di Sidoarjo akan dibelikan alat penyimpanannya. Yakni Box Medical System. “Kebetulan kita sudah mendapatkan bantuan dari Provinsi Jatim sebanyak 9 Box Medical System, tinggal menambah sekitar 17 Box Medical System lagi,” tegasnya.
Dia menyebutkan, vaksin akan digunakan untuk para Nakes yang ada di Sidoarjo. Baik ASN maupun non ASN yang telah terdaftar di Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK).
Sehingga mereka yang betul-betul di SDMK dengan kriteria sama, yakni tidak boleh dari 59 tahun atau kurang dari 18 tahun tanpa kita atau penyakit penyerta.
“Jika ada nakes ASN maupun non ASN terdapat komorbid, maka akan ditunda pemberian vaksinya untuk tahap berikutnya,” tegas Syaf. (rpp/nis) Editor : Nofilawati Anisa