RADAR SIDOARJO - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sidoarjo Kota kembali menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) gratis sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PSI Sidoarjo Kota menghadirkan ruang interaksi yang santai, terbuka, dan inklusif bagi warga. Pada kesempatan kali ini, DPC PSI Sidoarjo Kota memutar film Janur Ireng dalam agenda nobar yang berlangsung di Ciplaz Ramayana Sidoarjo, Selasa (7/1/2026).
Sejak awal acara, kegiatan nobar gratis DPC PSI Sidoarjo Kota langsung menarik perhatian masyarakat dari berbagai latar belakang. Warga tampak memadati area bioskop dan mengikuti acara dengan penuh antusias.
Suasana akrab dan santai terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan kedekatan antara PSI dan masyarakat Sidoarjo. DPC PSI Sidoarjo Kota secara konsisten menghadirkan kegiatan hiburan yang dapat diakses semua kalangan tanpa sekat.
Pengurus DPC PSI Sidoarjo Kota, Aden Setyo Putro dan Niko, hadir langsung di tengah-tengah warga Sidoarjo. Keduanya menyapa peserta, berbincang dengan masyarakat, dan ikut menikmati film bersama warga. Mereka membaur tanpa jarak dan menunjukkan sikap terbuka kepada seluruh peserta yang hadir.
Kehadiran pengurus PSI di tengah warga memperkuat pesan bahwa politik dapat hadir secara sederhana dan menyenangkan. PSI Sidoarjo Kota menampilkan wajah politik yang ramah dan mudah didekati. Melalui kebersamaan dalam kegiatan hiburan, PSI ingin membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan masyarakat.
Aden Setyo Putro menegaskan bahwa PSI memilih pendekatan berbeda dalam membangun komunikasi publik.
“Politik tidak harus selalu hadir melalui spanduk, baliho, atau orasi yang kaku. PSI justru menghadirkan pesan politik melalui media hiburan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kegiatan nobar film menjadi sarana komunikasi yang efektif karena mampu menyampaikan pesan tanpa tekanan. Masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus menangkap nilai dan pesan sosial secara alami.
“Pendekatan ini membuat politik terasa lebih manusiawi dan relevan dengan realitas warga,” terangnya.
Aden juga menjelaskan bahwa kegiatan nobar sekaligus mendukung industri kreatif, khususnya perfilman lokal. Dengan memutar film Janur Ireng, PSI Sidoarjo Kota memberikan ruang apresiasi bagi karya anak bangsa. Film lokal tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi yang menyampaikan pesan sosial secara ringan.
PSI berharap dukungan terhadap karya kreatif mampu mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap isu sosial dan kebangsaan. Melalui pendekatan ini, PSI ingin menumbuhkan ketertarikan publik terhadap isu politik tanpa kesan menggurui.
Niko menambahkan bahwa nobar gratis menjadi bentuk komunikasi publik yang santai namun tetap efektif. Ia menilai bahwa masyarakat membutuhkan ruang dialog yang lebih cair agar politik tidak terasa jauh dan eksklusif.
“Melalui kegiatan seperti ini, PSI menghadirkan politik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, pendekatan ini membuat politik lebih membumi dan relevan. Masyarakat tidak hanya melihat PSI sebagai partai politik, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial warga.
Program nobar gratis yang digagas DPC PSI Sidoarjo Kota telah berjalan selama tiga bulan terakhir dan terus mendapatkan respons positif dari masyarakat. PSI Sidoarjo Kota berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan ini secara berkelanjutan. Melalui program tersebut, PSI berharap masyarakat semakin mengenal PSI sebagai partai yang terbuka, asik, dan dekat dengan warga.
“DPC PSI Sidoarjo Kota berharap kegiatan ini mampu memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat sekaligus memperkenalkan nilai serta semangat PSI secara lebih luas,” pungkas Niko. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista