JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) memberi perhatian besar terhadap ekonomi kerakyatan dengan menstabilkan harga bahan pokok. PAN menyadari pentingnya ekonomi kerakyatan yang merupakan kunci untuk menyejahterakan masyarakat.
Atas dasar itu Calon Anggota Legislatif DPR RI PAN Dapil Jatim I, Tom Liwafa memilih bergabung dengan partai besutan Zulkifli Hasan tersebut. Sebab, dia merasa memiliki banyak kesamaan dengan semangatnya dalam memperjuangkan ekonomi kerakyatan.
"Bagi saya visi misi PAN, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan sama dengan visi misi saya selama ini," kata Tom.
PAN memiliki visi menguatkan ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan beragam program untuk menstimulus harga kebutuhan pokok agar menjadi murah. Salah satunya ialah program PANsar murah yang sukses menghadirkan harga pangan terjangkau.
PANsar murah merupakan penguat dari program empat langkah strategis stabilisasi harga bahan pokok yang digagas Zulkifli Hasan. Pertama, melalui pemantauan pasar dan harga. Ini dilakukan secara real time melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP)
Kedua, optimalisasi pemanfaatan Gerai Maritim. Ini diselenggarakan dengan memanfaatkan tol laut, jembatan udara, serta subsidi angkutan darat untuk menekan disparitas harga yang ada di wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).
Ketiga, pengendalian harga juga dilakukan melalui kebijakan impor. Langkah ini diambil berdasarkan hitungan kebutuhan bahan pokok guna meredam harga yang bergejolak
Keempat, untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan dengan pemanfaatan sistem resi gudang (SRG). SRG dimanfaatkan sebagai buffer stock bahan pokok di Tanah Air. Saat ini, terdapat 112 gudang SRG untuk menampung beras, gula, bawang merah, ayam, dan kedelai.
Oleh karena itu, dia menyatakan siap untuk terus melanjutkan komitmen PAN dalam bidang ekonomi kerakyatan. Terlebih, dia ditempatkan di posisi yang mengurusi perekonomian.
"Kebetulan saya ditempatkan di bidang yang saya kuasai, yaitu mengenai pengembangan perekonomian dan modernisasi demi kemajuan ekonomi kerakyatan," ungkap Tom. (rud/vga)
Editor : Vega Dwi Arista