Mantan Presiden Klub Inter Milan itu menuturkan laba bersih BUMN pada 2022 diproyeksikan mencapai Rp303,7 triliun. Artinya capaian tersebut meningkat sebesar 142% atau Rp179 triliun dari tahun 2021 yang berada di angka Rp124,7 triliun.
"Insya Allah nanti kalau diaudit pasti ada kurang lebihnya sekitar Rp 303,7 triliun, artinya ada peningkatan yang sangat signifikan sebesar Rp 179 triliun," ujar Erick Thohir Pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (13/2/2023).
Erick Thohir berkomitmen untuk terus menjaga tren positif keuntungan yang didapat BUMN. Secara garis besar Erick Thohir mengatakan rapat dengan DPR ini membahas kinerja seluruh BUMN sebagai bahan masukan dan evaluasi.
"Konteks yang lebih mendalam hari ini soal kinerja seluruh perusahaan BUMN maupun supervisi yang kami lakukan. Ini masih belum diaudit dan masih ada koreksi," terangnya.
Erick Thohir juga optimis di tahun 2023 ini pendapatan BUMN akan semakin positif. Anggota Kehormatan Banser NU itu menuturkan, konsolidasi BUMN untuk tahun 2023 ini telah mencapai 70%.
"Apakah bisa meningkat tinggi lagi pada 2023, kita tahu ini tahun politik nanti dipikir sudah tidak serius kerja, padahal memang konsolidasinya sudah mencapai 70 persen,” pungkasnya.
Adapun capaian fantastis laba bersih BUMN pada tahun 2022 ini didapat dari beberapa sektor. Salah satunya adalah raihan laba non tunai PT Garuda Indonesia yang mencapai Rp55,7 triliun.
Selain itu, aset BUMN juga mengalami kenaikan sebesar Rp 9.867 triliun. Ekuitas BUMN juga melonjak menjadi Rp 3.150 triliun dan pendapatan juga melonjak sebesar Rp 2.613 triliun. (rud/vga) Editor : Vega Dwi Arista