Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 62 Miliar untuk 73 Rehab Sekolah Rusak

Diky Putra Sansiri • Minggu, 10 Mei 2026 | 15:02 WIB
RESPON CEPAT: Kondisi sekolah di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu membutuhkan perbaikan.
RESPON CEPAT: Kondisi sekolah di Sidoarjo yang ambruk beberapa waktu lalu membutuhkan perbaikan.

RADAR SIDOARJO - Puluhan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Sidoarjo mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pada 2026, sebanyak 73 sekolah akan direhabilitasi dengan total anggaran mencapai Rp 62 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Sidoarjo.

Saat ini, sebanyak 22 sekolah telah memasuki tahap lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Mayoritas proyek rehabilitasi tersebut didominasi sekolah dasar yang mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Baca Juga: Pengurusan E-KTP Pelajar di Sidoarjo Meningkat saat Libur Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, mengatakan rehabilitasi sekolah menjadi bagian penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.

“Total usulan rehabilitasi tahun ini mencapai 73 satuan pendidikan. Rinciannya 60 SD dan 13 SMP di berbagai wilayah Sidoarjo. Total anggaran yang kami usulkan kurang lebih Rp 62 miliar,” ujar Tirto, Minggu (10/5).

Baca Juga: Lima Bus Sekolah Gratis Bakal Beroperasi di Sidoarjo, Ini Jadwal dan Rutenya

Menurut dia, dari total sekolah yang diusulkan, saat ini 22 sekolah sudah masuk proses lelang. Rinciannya, 21 sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama.

“Sekolah yang masuk proses lelang memang didominasi sekolah dasar karena kebutuhan perbaikannya cukup banyak,” katanya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Sidoarjo Akan Dibangun di Lahan 9,5 Hektare

Salah satu proyek yang telah memasuki tahap lelang adalah rehabilitasi berat SDN Entalsewu dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar Rp 1,3 miliar.

Tirto menegaskan, rehabilitasi dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan sekolah, mulai dari kerusakan ringan hingga berat.

Baca Juga: Demi Biaya Sekolah Anak, Kernet Bus di Sidoarjo Nekat Curi Brankas

“Rehabilitasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan agar kegiatan belajar mengajar berjalan lebih nyaman dan aman,” jelasnya.

Selain sekolah yang telah masuk tahap lelang, pihaknya juga masih melakukan evaluasi terhadap sekolah lain yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

“Kalau ada sekolah yang kondisinya harus segera ditangani, tentu akan kami tinjau lagi,” tegas Tirto.

Tak hanya mengandalkan APBD daerah, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mengusulkan bantuan rehabilitasi sekolah kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Kami juga mengajukan bantuan perbaikan dari Kemendikdasmen untuk sekolah di Sidoarjo,” tambahnya.

Sekolah yang masuk kategori rehabilitasi berat antara lain SDN Krian 1, SDN Semampir 1, SDN Becirongengor, SDN Kedungturi, SDN Cemengbakalan 2, SDN Kramat Temenggung, SDN Cemengkalang, SDN Sidokerto, SDN Pulungan, SDN Boro, SDN Bohar, SDN Krembung 2, SDN Ketimang, dan SDN Kramatjegu 2.

Sementara itu, sekolah yang masuk kategori rehabilitasi ringan meliputi SDN Semambung 2, SDN Kepuhkiriman 2, SDN Kenongo 2, SDN Sawotratap 1, SDN Pagerwojo, serta SMPN 1 Taman. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Anggaran #dinas pendidikan dan kebudayaan #Rusak #Rehab #Sekolah