RADAR SIDOARJO - Wacana pemberlakuan pembelajaran daring (PJJ) usai libur Lebaran resmi batal. Sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Sidoarjo dipastikan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Senin (30/3) menjadi hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran 2026. Aktivitas belajar mengajar pun kembali berjalan normal di ruang kelas.
Baca Juga: Libur Sekolah Diprediksi Terjadi Lonjakan Penumpang Arus Mudik di Terminal Purabaya Sidoarjo
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, menegaskan bahwa hingga kini belum ada edaran resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan pembelajaran daring.
“Kalau kita ikuti dari media, wacana itu memang sempat muncul. Tapi sepertinya sudah diurungkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Senin (30/3).
Baca Juga: Raperda UKS dan Poskestren Disetujui, Layanan Kesehatan Sekolah dan Pesantren di Sidoarjo Diperkuat
Ia menegaskan, Dispendikbud Sidoarjo tetap mengacu pada kebijakan resmi yang berlaku. Karena tidak ada instruksi terbaru, seluruh sekolah diminta tetap menjalankan pembelajaran secara langsung.
“Sampai hari ini belum ada edaran resmi. Sekolah di Sidoarjo tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka,” tegasnya.
Sebelumnya, pemerintah pusat sempat mengkaji penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai bagian dari strategi penghematan energi nasional, khususnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Wacana tersebut muncul di tengah tekanan global terhadap pasokan energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia.
Baca Juga: Lima Bus Sekolah Gratis Bakal Beroperasi di Sidoarjo, Ini Jadwal dan Rutenya
Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama efektivitas pembelajaran dan kualitas pendidikan, pemerintah memutuskan tidak melanjutkan rencana tersebut.
Dengan keputusan ini, kegiatan pendidikan di Sidoarjo dipastikan kembali berjalan normal setelah libur panjang Lebaran, dengan siswa dan guru berinteraksi langsung di dalam kelas. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista