RADAR SIDOARJO - Komitmen madrasah di bawah naungan Muslimat NU untuk naik kelas ke level dunia kian nyata.
Gedung baru lima lantai milik MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo resmi dioperasikan, Sabtu (31/1), menjadi simbol keseriusan lembaga pendidikan ini dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing internasional.
Peresmian gedung tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo Dr. H. Moh. Mufi Imron Rosyadi, serta jajaran NU dan Muslimat NU Sidoarjo.
Tak hanya itu, peresmian juga dihadiri Kepala MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo Dr.M.Hamim Thohari.S.Pd.,M.M. dan ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra.Hj.Ainun Jariyah, dan Ketua PCNU Sidoarjo KH.Zainal Abidin, ketua LP Ma'arif NU Sidoarjo M.Saifulloh.
Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo Syamsuhari S.T., S.Pd., M.M., M.Pd.I, menegaskan, peresmian gedung ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari langkah strategis menuju madrasah bertaraf internasional.
“Yang jelas kami terus mengembangkan sayap. MI dan MTs Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo sudah mendapat apresiasi di level Asia Tenggara. Ke depan, fokus kami adalah peningkatan kualitas agar madrasah benar-benar bermutu, berkualitas, dan mendunia,” tegas Syamsuhari.
Ia menjelaskan, MTs Bilingual Muslimat NU Pucang telah mendalami kurikulum International Baccalaureate (IB) selama tujuh tahun terakhir. Kurikulum tersebut dinilai sejajar dengan standar pendidikan terbaik dunia, termasuk yang diterapkan di Singapura.
“Secara bahan ajar, madrasah sebenarnya bisa disejajarkan dengan sekolah internasional. Kurikulum IB sudah kami pelajari dan tetapkan, sekarang tinggal action agar mendapatkan pengakuan dunia. Ini kami niatkan sebagai kado Harlah NU satu abad,” ujarnya.
Gedung baru tersebut dirancang multifungsi. Lantai satu hingga tiga digunakan sebagai ruang kelas dan area istirahat, lantai empat difungsikan sebagai masjid, sementara lantai lima disiapkan sebagai gedung olahraga. Konsep olahraga pun dirancang berbasis bakat dan minat siswa.
“Anak-anak tidak hanya ikut jam olahraga biasa, tetapi diklasifikasikan sesuai bakat dan minatnya. Harapannya, kemampuan mereka berkembang optimal dan sesuai ekspektasi orang tua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi menyampaikan apresiasi atas keberadaan gedung megah tersebut. Ia menilai fasilitas yang nyaman akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa.
“Kami menyampaikan salam dari Bapak Bupati Sidoarjo Subandi. Tentu bangga melihat madrasah memiliki gedung semegah ini. Mudah-mudahan kenyamanan belajar semakin baik dan bisa menginspirasi madrasah serta sekolah lain di Sidoarjo,” katanya.
Menurutnya, kenyamanan lingkungan belajar memiliki korelasi kuat dengan capaian prestasi, baik akademik maupun nonakademik.
“Kalau anak-anak nyaman, logikanya prestasi juga akan semakin meningkat,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo Dr. H. Moh. Mufi Imron Rosyadi. Ia berharap gedung baru ini mampu melahirkan generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kekuatan karakter keagamaan.
“Kami berharap bukan hanya gedungnya yang bagus, tetapi prestasi anak-anak juga meningkat, baik di bidang keagamaan maupun pendidikan umum secara seimbang,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi capaian prestasi MI, MTs, MA, hingga RA Muslimat NU Pucang yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
“Ini tentu akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat. Terus maju dan raih prestasi sebanyak-banyaknya,” pungkasnya. (Nas/dik)
Editor : Vega Dwi Arista