RADAR SIDOARJO - Sebanyak 2.200 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Progresif Festival (ProFest) 2026 di SMP Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Sabtu (10/1).
Ajang olimpiade dan kompetisi STEAM tingkat nasional yang menjadi panggung lahirnya generasi muda kreatif dan berdaya saing. Mengusung tema inovasi masa depan, ProFest tahun ini tampil lebih besar dan berbeda.
Selain Olimpiade Mata Pelajaran, panitia menghadirkan lomba STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang menantang peserta untuk menghadirkan solusi nyata atas persoalan sehari-hari.
Ketua Panitia Progresif Festival Serman Prayogi menegaskan, ProFest merupakan agenda tahunan yang konsisten digelar Sekolah Progresif Bumi Shalawat sebagai komitmen mencetak generasi unggul.
Progresif Festival adalah ajang olimpiade tingkat nasional dirancang untuk mengasah critical thinking, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah siswa.
"Tahun ini, puncak kegiatan sekaligus semifinal dan final kami gelar hari ini,” ujarnya, Sabtu (10/1).
Serman menjelaskan, pendaftaran peserta telah dibuka sejak Oktober lalu dan melalui tahapan panjang mulai elimination round, semifinal, hingga final. Peserta berasal dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs dengan antusiasme yang terus meningkat setiap tahun.
Dalam kategori olimpiade, peserta berkompetisi di bidang Matematika, Bahasa Indonesia, IPAS, dan Bahasa Inggris. Sementara kategori non-olimpiade meliputi English Speech, English Storytelling, membaca puisi, dan mendongeng.
Sorotan utama ProFest 2026 adalah kehadiran STEAM Challenge. Berbeda dari olimpiade konvensional, kategori ini mendorong peserta merancang karya inovatif seperti roket air, kincir elektromagnetik, hingga proyek koding yang memadukan aspek sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika.
“Melalui STEAM, kami ingin anak-anak tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmunya dalam bentuk karya dan solusi nyata,” tegasnya.
Selain kompetisi, ProFest juga menampilkan pameran proyek kreatif santri Progresif Bumi Shalawat, bazar UMKM, serta pentas seni yang menciptakan atmosfer festival edukatif dan meriah.
Sementara itu, Humas Sekolah Progresif Bumi Shalawat, Indah Nur Laeli, S.IP., M.Med.Kom, menyampaikan, ProFest merupakan wujud nyata visi sekolah dalam menyeimbangkan nilai religiusitas dengan kemajuan teknologi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa lingkungan pesantren dan sekolah Islam adalah tempat tumbuhnya para inovator," ujarnya.
Melalui Progresif Festival, siswa didorong untuk berani bereksperimen, gagal, dan mencoba lagi hingga menemukan solusi terbaik bagi masyarakat. Indah juga menegaskan, ProFest terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama.
“Kami tidak membatasi peserta harus muslim. Non-muslim juga kami persilakan untuk mendaftar dan berkompetisi,” imbuhnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak dini hari. Bahkan, peserta terjauh berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, sementara rombongan dari daerah seperti Jember telah tiba sejak pukul 03.00.
Pihak sekolah pun menyediakan fasilitas istirahat sementara di asrama dan masjid bagi peserta luar daerah. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah menarik.
Juara pertama memperoleh uang tunai Rp 1 juta, beasiswa pendidikan senilai Rp 30 juta jika melanjutkan sekolah di Bumi Shalawat, serta bebas biaya formulir pendaftaran.
Juara kedua mendapatkan Rp 750 ribu dan beasiswa Rp 20 juta, sedangkan juara ketiga meraih Rp 500 ribu dan beasiswa Rp 10 juta. Seluruh pemenang juga menerima sertifikat, trofi, medali, dan papan juara.
Melalui suksesnya Progresif Festival 2026, Sekolah Progresif Bumi Shalawat kembali menegaskan perannya sebagai pionir pendidikan progresif yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi ruang lahirnya inovator-inovator muda Indonesia. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista