RADAR SIDOARJO – Kegiatan Talk Show dan Showcase Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru SMP se-Kabupaten Sidoarjo digelar di SMPN 1 Sidoarjo, Rabu (3/12).
Agenda ini menjadi momentum kolaborasi antara pendidik, dinas pendidikan, serta pemangku kebijakan untuk memperkuat implementasi program prioritas nasional di bidang pendidikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tahap 3 Pelatihan Pembelajaran Mendalam, yang diikuti oleh 19 SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Sidoarjo.
Mujiono Harianto, S.AB, perwakilan BBGTK Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan salah satu program prioritas dari Kemendikdasmen. Program ini menjadi penguatan lanjutan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.
“Pembelajaran yang lalu sudah baik, namun ada penekanan baru. Pembelajaran Mendalam ini harus diimplementasikan oleh guru-guru saat proses belajar di kelas,” jelasnya.
Menurutnya, esensi Pembelajaran Mendalam adalah mengajak siswa berpikir kritis, berinovasi, berdiskusi, menghargai pendapat orang lain, serta menemukan solusi secara kolaboratif. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan unggul.
“Dampaknya, siswa kita akan berpikir kritis, berinovasi, dan memiliki karakter kuat,” ujarnya.
Mujiono juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan yang dinilai sangat konsisten dalam memberikan ruang bagi inovasi di sekolah.
“Sidoarjo selalu mendukung penuh program kementerian. Pelaku pendidikan di sekolah pun menyambut antusias setiap program yang dikeluarkan,” terangnya.
Sementara itu, Ahmad Anwar, fasilitator Pembelajaran Mendalam, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang dilaksanakan 3 bulan sebelumnya sekaligus menjadi ajang unjuk karya bagi para guru peserta.
“Guru-guru yang mengikuti pelatihan diharapkan menerapkan pembelajaran mendalam di sekolahnya. Itu penting agar mereka benar-benar menyentuh kebutuhan belajar anak,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pembelajaran yang bermakna, bukan hanya fokus pada capaian akademik.
“Harapannya, anak-anak memiliki kesadaran, kebermaknaan, dan dapat menerapkan ilmunya baik sekarang maupun di masa depan,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya praktik pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan relevan di lingkungan SMP Kabupaten Sidoarjo.
Adapun Fasilitator Pembelajaran Mendalam Kabupaten Sidoarjo yang terlibat yaitu Ahmad Anwar, M.Pd, Devy Agus Krisna Yunita, S.Pd, Bambang Riyanto, S.Pd, Fithria Mulyasari, S.Pd., M.Pd dan Fatchur Rohman, S.Pd. (nas/vga)
Editor : Vega Dwi Arista