Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Debut Cemerlang, Santri SMA Al Fattah Sidoarjo Raih Juara 2 Robocon 2025

Diky Putra Sansiri • Senin, 1 Desember 2025 | 00:04 WIB
MEMBANGGAKAN: Santri Al Fattah Sidoarjo menjuari ajang Robocon 2025. (ANAS/RADAR SIDOARJO )
MEMBANGGAKAN: Santri Al Fattah Sidoarjo menjuari ajang Robocon 2025. (ANAS/RADAR SIDOARJO )

RADAR SIDOARJO - Tak punya ekstrakurikuler robotika dan baru pertama kali mengenal dunia perakitan robot, empat santri Pondok Pesantren Al Fattah Buduran Sidoarjo jenjang SMA justru tampil mencuri perhatian dan membuat kejutan besar di ajang Darjo Robocon 2025.

Mereka berhasil menyingkirkan peserta lain yang lebih berpengalaman dan berhasil meraih juara 2.

Empat santri tersebut terbagi menjadi dua tim. Tim 1 beranggotakan M Rayhan Firdaus AH dan Kresna Attha Cahyagama A. Sementara tim 2 terdiri atas Pammy Satriaji P dan M Muammal Chumaidi.

Mereka tampil pada kompetisi bertema Panen Bandeng yang digelar Disporapar Sidoarjo sebagai bagian dari Pelatihan Digital Robotik 2025. Dalam lomba itu, peserta ditantang menciptakan robot yang mampu memindahkan bola, diibaratkan sebagai bandeng, sambil melewati rintangan menuju kotak tujuan.

SEMANGAT: Santri SMA Al Fattah Sidoarjo saat mengikuti lomba Robocon 2025 yang diadakan oleh Disporapar Sidoarjo. (ANAS/RADAR SIDOARJO)
SEMANGAT: Santri SMA Al Fattah Sidoarjo saat mengikuti lomba Robocon 2025 yang diadakan oleh Disporapar Sidoarjo. (ANAS/RADAR SIDOARJO)

Pembimbing tim, Hamsyah Musthofa, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, Robocon berlangsung dalam dua tahap.

"Minggu pertama anak-anak belajar membuat robot dari nol. Baru minggu berikutnya robot yang sudah jadi kami lombakan. Mereka ini benar-benar pemula, tapi semangatnya luar biasa,” ujar Hamsyah, Minggu (30/11).

Ia bahkan harus meluangkan waktu khusus untuk mendampingi proses perakitan yang dikebut hanya dalam tiga hari. Kerja keras itu terbayar. Salah satu tim, Tim Saiber Smafa, sukses meraih juara 2, sekaligus menjadi satu-satunya peserta yang berhasil membawa robotnya mencapai garis finish.

Padahal lomba tersebut diikuti 25 tim dari berbagai SMA dan SMK yang sudah memiliki ekstrakurikuler robotika. Keberhasilan ini terasa istimewa karena menjadi ajang robotika pertama bagi santri SMA Al Fattah Buduran Sidoarjo.

“Selama ini kami belum punya ekstrakurikuler robotika, jadi anak-anak benar-benar baru belajar dasar-dasarnya. Harapan kami ini jadi langkah awal agar sekolah bisa menjelajahi dunia robotika. Sekarang zamannya robot, dan anak-anak sudah membuktikan mereka mampu,” terang Hamsyah.

Dukungan serupa datang dari wali kelas XII putra SMA Al Fattah, Uni Erawanti, S.Pd. Ia menegaskan, prestasi itu tidak terjadi secara kebetulan.

"Dari 25 peserta, hanya robot milik santri Al Fattah yang bisa mencapai garis akhir. Anak-anak fokus mengumpulkan poin, lalu menjalankan robot secara auto selama tiga menit sampai akhirnya berhasil finish. Ini bukti ketekunan mereka,” katanya.

Uni Erawanti menambahkan, keberhasilan itu justru hadir dari proses tanpa fasilitas lengkap. Uni memberikan apresiasi kepada para siswanya yang semangat untuk membuat robot.

“Kami tidak punya ekstra robotika, tapi semangat anak-anak luar biasa. Mereka rela kurang tidur demi menyelesaikan robot. Itu yang membawa mereka pada hasil ini,” tuturnya.

Melihat potensi tersebut, Kepala SMA Al Fattah Ridwan M.Pd merespon prestasi santri dengan memfasilitasi ekstrakurikuler robotika agar pengalaman para peserta, yang sebagian besar siswa kelas XII, dapat ditularkan kepada adik kelas. (nas/dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Pesantren #Santri #pondok #Buduran #Prestasi