Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Aplikasi Si Udin, Terobosan SMPN 1 Tarik di Ajang KISI 2025

Indra Wijayanto • Jumat, 28 November 2025 | 20:06 WIB
TOREH PRESTASI: Guru inovator SMPN 1 Tarik usai menerima penghargaan Juara III Kategori Teknologi pada KISI 2025. Inovasi literasi “Si Udin” mendapat apresiasi pemerintah daerah. (IST/RADAR SIDOARJO)
TOREH PRESTASI: Guru inovator SMPN 1 Tarik usai menerima penghargaan Juara III Kategori Teknologi pada KISI 2025. Inovasi literasi “Si Udin” mendapat apresiasi pemerintah daerah. (IST/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO – Ketika sebagian sekolah masih mencari pola terbaik untuk menumbuhkan budaya literasi, SMPN 1 Tarik (Spenstar) justru melesat dengan inovasi yang lahir dari tangan para gurunya sendiri. Di ajang Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2025 yang digelar Bappeda Kabupaten Sidoarjo, mereka membuktikan bahwa kreativitas guru dapat menjadi bahan bakar perubahan besar.

Di tengah gemerlap Awarding KISI 2025 di Suncity Mall Sidoarjo, Rabu (25/11), yang dihadiri Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, serta Prof. Dr. Istianto dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jatim, nama Spenstar disebut sebagai peraih Juara III Kategori Teknologi. Inovasi mereka terdengar sederhana, namun dampaknya terasa nyata.

"Kawasan Cendekia Si Udin", akronim dari Karya Wajib Satu Minggu dari Analisis Buku, Cerdas dan Kreatif, Sejak Usia Dini, merupakan program literasi yang awalnya berjalan manual. Namun tiga guru yakni, Lailis Ayu Nur Cahyani, S.Pd, Khoirul Badi’, S.Kom, dan Miftahur Rizki Islamie, S.Pd melihat peluang lebih jauh. Bisakah kegiatan literasi ini dikelola dengan lebih rapi, cepat, dan mudah dipantau?

Dari kegelisahan itu, lahirlah inovasi digital. Sebuah aplikasi yang memudahkan guru mencatat, memonitor, hingga melaporkan perkembangan literasi siswa secara sistematis dan terintegrasi. Bukan hanya memindahkan proses manual ke layar ponsel, tapi menciptakan ekosistem literasi yang lebih hidup, lebih efisien, dan lebih mudah dijangkau.

Kepala SMPN 1 Tarik, Dra. Sulih Prihatiningsih, M.Pd, menyebut inovasi ini sebagai bukti bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga problem solver. “Guru-guru kami melihat kebutuhan nyata di kelas, lalu menciptakan solusi. Itu yang membuat Si Udin istimewa,” ujarnya bangga.

JADI PERHATIAN: Stan Si Udin menjadi salah satu yang paling menarik perhatian dengan ragam karya dan aplikasi yang dipamerkan.(IST/RADAR SIDOARJO)
JADI PERHATIAN: Stan Si Udin menjadi salah satu yang paling menarik perhatian dengan ragam karya dan aplikasi yang dipamerkan.(IST/RADAR SIDOARJO)

Menariknya, inovasi ini tidak berhenti pada level sekolah. Kawasan Cendekia Si Udin telah mengantongi Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan HAM RI, sebuah legitimasi penting yang menegaskan bahwa karya ini orisinal, terstruktur, dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih luas di masa depan.

"Kehadiran Si Udin di KISI 2025 membuat Spenstar bukan hanya pulang membawa piala, tetapi juga membawa inspirasi, bahwa inovasi pendidikan bisa lahir dari ruang guru, dari diskusi-diskusi kecil, atau dari kebutuhan harian yang diamati dengan cermat", ungkap Sulih kepada Radar Sidoarjo, Jumat (28/11).

KISI 2025 sendiri kembali membuktikan perannya sebagai ruang pertemuan para pemikir kreatif di Sidoarjo. Dari acara ini, pemerintah daerah berharap semakin banyak sekolah dan komunitas yang berani menciptakan terobosan.

Dan di antara sorak-sorai penutup acara, Si Udin terus “mengudara” menjadi simbol bahwa inovasi tidak harus rumit, asal lahir dari kepedulian dan keinginan memperbaiki proses belajar. Dari Tarik, sebuah perubahan kecil telah dimulai. (ind/gun)

Editor : Guntur Irianto
#SMPN 1 #Berita Sidoarjo Hari Ini #Berita Pendidikan Hari Ini #Udin #Apresiasi #Kompetisi #terobosan #Kecamatan Tarik #Guru #Berita Pendidikan Terbaru #Pendidikan #Berita Sidoarjo terbaru #Juara #SI #Inovasi #Penghargaan #Tarik #Aplikasi #ajang