RADAR SIDOARJO – Suasana meriah mewarnai halaman SMK YPM 8 Sidoarjo para siswa juga menggelar berbagai menampilkan teater kolosal,drama, musik kemerdekaan 17 Agustus, Sabtu (16/8). Dengan penuh semangat, para pelajar menjiwai peran para pejuang kemerdekaan dalam puncak perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia bertema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.
Tak hanya atraksi seni, siswa juga melakukan aksi nyata peduli lingkungan melalui penanaman 20 pohon Tabebuya dan bibit kangkung. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pendidikan karakter yang ditanamkan sekolah.
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr. Kisyanto, menegaskan, kemeriahan ini sengaja dirancang untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
“Kenapa kita buat semeriah mungkin? Karena prihatin, nasionalisme sekarang ini lagi drop, lagi turun. Maka tidak boleh terjadi terus. Siswa yang menjadi calon pengganti Republik Indonesia harus tetap semangat nasionalismenya, cinta tanah air, daya juang, daya tahan, dan ikut menjaga persatuan NKRI,” ungkapnya.
Ia menambahkan, konsep teater kolosal yang ditampilkan siswa tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter.
“Konsep teatrikal ini konteksnya pendidikan karakter. Ada cinta tanah air, nasionalisme, tanggung jawab, hingga budaya juang. Semua muaranya adalah membentuk karakter anak bangsa,” jelas Kisyanto.
Sementara itu, Waka Bidang Kurikulum SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr. Aftoni menyampaikan, kegiatan puncak Agustus ini dirancang agar siswa merasakan langsung makna patriotisme.
“Di puncak acara Agustus ini ada tiga kegiatan, yaitu pentas seni, drama teater kolosal kemerdekaan, aksi menanam pohon Tabebuya dan sayuran di sekitar sekolah serta Green Tecno Park," tegasnya.
Berdasarkan perencanaannya, kata Aftoni pihak sekolah menyiapkan lahan kosong di selatan bangunan sekolah. Meski merupakan lahan baru, akan tetapi di lokasi bakal disiapkan menjadi Green Tecno Park SMK YPM 8 Sidoarjo.
Di dalamnya akan juga dijadikan tempat pameran berbagai hasil produksi dan inovasi siswa dan siswi SMK YPM 8 Sidoarjo. Menurut Aftoni, nantinya Green Tecno Park itu menjadi tempat belajar vokasi yang tidak hanya ditujukan untuk siswa SMK/SMA saja.
Akan tetapi, masih kata dia, juga bisa menjadi media pembelajaran bagi siswa SD/MI maupun SMP/MTs. Semua dikembalikan untuk memberikan bekal kreativitas siswa dan tentu siswa juga menjiwai rasa patriotisme dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1945.
“Tujuannya penghijauan. Kita mengikuti perkembangan global. Kondisi iklim dunia tidak baik, maka kami mengadopsi konsep UNESCO tentang hidup berkelanjutan melalui menanam pohon, bertani, dan merawat lingkungan,” tandasnya. (nas/dik)
Editor : Guntur Irianto