Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

11 SMP Swasta di Sidoarjo Gabung SPMB Online, Siswa Bisa Pilih Negeri dan Swasta Sekaligus

M Saiful Rohman • Kamis, 1 Mei 2025 | 23:00 WIB
BISA PILIH DUA: SMP Negeri 2 Sidoarjo menjadi salah satu sekolah negeri favorit yang siap menerima siswa baru. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
BISA PILIH DUA: SMP Negeri 2 Sidoarjo menjadi salah satu sekolah negeri favorit yang siap menerima siswa baru. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Sebanyak 11 SMP swasta terakreditasi di Kabupaten Sidoarjo resmi bergabung dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tahun ini. Melalui skema ini, siswa bisa mendaftar ke SMP negeri, swasta, maupun kombinasi keduanya.

Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menjelaskan bahwa seluruh sekolah swasta yang bergabung telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat.

“Dari 11 sekolah tersebut, sepuluh membuka jalur afirmasi, sementara delapan sekolah membuka jalur domisili,” ujarnya, Kamis (1/5).

Jalur afirmasi ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk anak yatim, piatu, dan dhuafa. Calon penerima akan melewati proses verifikasi ketat untuk memastikan kelayakan.

“Prosesnya tetap melalui tahapan verifikasi oleh panitia, termasuk wawancara mengenai minat dan karakter siswa,” tambahnya.

Beberapa sekolah swasta memiliki kriteria khusus dalam penerimaan siswa. Misalnya, SMP Muhammadiyah 8 Tanggulangin dan SMP PGRI 11 Tarik yang secara khusus memprioritaskan siswa yatim dan duafa.

Sementara itu, SMP Insan Cendekia Mandiri Sidoarjo mewajibkan siswa laki-laki yang diterima untuk tinggal di asrama. Adapun SMP Jati Agung Taman menetapkan bahwa 10 siswa barunya harus mengikuti program pondok pesantren.

Jumlah kuota siswa yang tersedia di masing-masing sekolah juga bervariasi. SMP Al Islam Taman, SMP Tamaddun Afkar, dan SMP Terpadu Al Mubarokah Porong, masing-masing menyediakan hingga 32 kursi. Sedangkan sekolah lainnya menawarkan kuota antara 10 hingga 30 kursi.

“Pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan SPMB untuk SMP negeri. Sistem ini memudahkan siswa untuk memilih sekolah sesuai kebutuhan dan kondisi mereka,” pungkas Netti. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Negeri #SMP #Online #swasta #spmb