MI Bilingual Ma’arif Ketegan Tanggulangin Sidoarjo Buka Karnaval Kebhinekaan Peringatan HUT RI ke-79 dengan Lepas Sepasang Merpati dan 79 Balon Merah
Vega Dwi Arista• Minggu, 18 Agustus 2024 | 17:38 WIB
SEMANGAT : Kepala MI Ma
SIDOARJO - Jum’at pagi (16/8) halaman Madrasah Ibtidaiyah Bilingual Ma’arif Ketegan Tanggulangin tampak gemerlap dan penuh warna dengan lautan manusia. Pasalnya, acara karnaval peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79 berlangsung meriah.
Kepala MI Ma'arif Ketegan Bilingual Islamic School Umi Salamah, M.Pd.l M.M., mengatakan, karnaval kali ini bertemakan Bhineka Tunggal Ika.
Karnaval tersebut dimulai pukul 07.30 dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 1-6, dewan guru, staf, karyawan, serta perwakilan wali murid MI Bilingual Ma’arif Ketegan Tanggulangin.
Karnaval tampak meriah karena mereka menggunakan pakaian adat berbagai daerah di Indonesia. Sesuai dengan temanya Bhineka Tunggal Ika yang bermakna berbeda-beda, akan tetapi tetap satu juga yakni bangsa Indonesia.
Peserta karnaval tampak semangat dan ceria memakai aksesoris yang melekat pada kostum mereka.
Kemewahan karnaval bertambah menarik ketika beberapa maskot yang menjadi ikon memakai kostum menarik seperti memakai sayap hingga pesona kerajaan.
Karnaval kebhinekaan ini juga dimeriahkan oleh tim drum band MI Bilingual Ma’arif Ketegan (MIMAKET) serta tak pernah luput diiringi oleh vespa kuning kebanggaan MIMAKET.
Acara karnaval diawali dengan sambutan kepala madrasah. Kemudian, dibuka dengan pelepasan sepasang merpati dan 79 balon, sesuai dengan usia kemerdekaan bangsa Indonesia ini.
“Dengan tema bhineka tunggal ika, ini adalah bukti nyata dari semangat persatuan dan kebersamaan kita. Dari sini, kita tahu keberagam budaya, suku, dan latar belakang yang ada di Indonesia dengan satu ikatan persaudaraan, menyatukan keanekaragaman yang menjadi kekuatan bangsa kita,” jelas Umi Salamah.
Dia menambahkan, pelepasan sepasang burung merpati menjadi simbol perayaan atas terbebasnya bangsa dari penjajahan. Burung-burung merpati yang terbang bebas melambangkan harapan baru untuk masa depan yang merdeka, damai, dan sejahtera.
"Pelepasan 79 balon merah putih sebagai simbol ke-79 tahun negara kita tercinta telah bebas dari penjajah," ucap Umi
Dia menyatakan, terdapat tiga poin yang bisa diambil untuk menggambarkan kemerdekaan yakni kebebasan, perdamaian, dan harapan.
Pertama, kebebasan terbang melambangkan kebebasan manusia dari penindasan dan penjajahan. Sebagai siswa bebas untuk memilih, bebas untuk berekspresi, dan bebas untuk belajar.
Kedua, perdamaian melambangkan harapan untuk masa depan yang damai dan bebas konflik. Bentuk perdamaian yang bisa diterapkan di sekolah yakni tidak ada kekerasan, saling menghormati, dan dapat bekerja sama dengan tim.
Ketiga, harapan melambangkan masa depan yang cerah dan penuh peluang, membawa pesan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Sebagai seorang siswa dapat berhasil dalam belajar, menjadi lebih baik, dan dapat membangun dunia lebih baik.
“Mari kita jadikan semangat karnaval ini sebagai api semangat yang terus menyala dalam diri kita. Mari kita raih mimpi-mimpi kita, bangun bangsa yang lebih maju, dan buktikan bahwa kita adalah generasi penerus yang pantas mewarisi kemerdekaan ini," ujarnya.
"Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia! Hidup Indonesia Raya! Jayalah MIMAKET,” tutupnya dalam sambutan pembukaan karnaval Jum’at pagi itu.
Kemudian, siswa-siswi didampingi oleh wali kelas dan wali murid melakukan karnaval mengelilingi desa Ketegan dan sekitarnya. Mereka disambut antusias oleh warga yang turut menyaksikan karnaval tersebut.
"Alhamdulillah acara berjalan dengan sukses dan lancar. Karnaval berakhir dengan pengumuman juara kostum terbaik dan terkompak dari setiap jenjang kelas. Kemudian, dilanjutkan dengan foto bersama para pemenang," pungkasnya. (nas/vga)