SIDOARJO - Kegiatan Got Talent Pondok Pesantren Al-Fattah mencapai puncak acaranya. Penampilan semakin menakjubkan. Ditambah gemerlapnya lampu sorot.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo, KH. M Fauzan Subroto Lc. M. Pd, mengatakan, setiap santri adalah orang yang hebat. Hal tersebut dibuktikan dari hebatnya para santri yang berempati dan mau memahami orang lain.
"Mereka memiliki satu sikap empati, mempunyai rasa memahami kemauan orang lain," ucapnya.
Tidak hanya itu, jiwa kreativitas mereka juga tidak bisa diragukan lagi. Mereka mampu memecahkan masalah secara mandiri.
"Yang kedua mempunyai sikap kreatif dan inovatif yaitu menyampaikan menyelesaikan masalah dengan mandiri, dan yang ketiga sikap mereka memliki sikap kritis ditujukan dengan tayangan mengenai Palestina, dan empat sopan santun," jelasnya.
Mereka tidak hanya unjuk kemampuan. Sebelumnya mereka juga mempersiapkan kegiatan acara.
Kegiatan terlaksana dengan nilai-nilai yang besar. Semua yang menyaksikan berempati terhadap Palestina.
Penampilan santri dimulai dari kelas delapan yang menunjukkan eloknya dalam membaca puisi. Kemudian kelas sembilan dan 10 yang tampil dengan pertunjukkan heroik tapak suci.
Lalu kelas 11 dengan heroisme Pangeran Diponegoro. Serta kelas 12 dengan penampilan indah tari Saman.
"Sopan santun sebagai ciri manusia sempurna, laqad khalaqnal insana fii ahsani taqwim," tutupnya.
Pada akhir acara, para sponsor mendapatkan kenang-kenangan berupa vandel sebagai bentuk terima kasih dari panitia. Tampak keceriaan dan kehebohan terus mengiringi selama acara berlangsung hingga berakhir pukul 22.00. (nas/sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista