SIDOARJO - SMK YPM 7 Tarik mengadakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan tema Budaya Baik Untuk Merawat Jagad.
Kegiatan ini diikuti oleh 200 siswa kelas X dan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya.
Dalam kegiatan ini, para siswa diajak untuk menyusun surat terbuka kepada Bupati, Gubernur, dan Presiden.
Ketua MPLS Ketty Kapsah, S.Pd menjelaskan bahwa tujuan penyusunan surat ini adalah untuk menyampaikan aspirasi dan unek-unek siswa terkait dengan berbagai isu.
Seperti pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan lainnya. "Harapannya, surat yang disampaikan oleh para siswa ini dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh para pejabat pemerintah," ujarnya.
Selain menyusun surat, para siswa juga diajak untuk melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan sekitar sekolah dan desa terpencil. Di wilayah Tarik, sudah banyak area yang tertata rapi, namun di wilayah pendalaman masih banyak sampah dan kotoran.
"Kami ingin mengajak para siswa untuk tidak hanya peduli dengan lingkungan di sekitar sekolah, tapi juga di wilayah lain yang masih membutuhkan bantuan," imbuhnya.
Kegiatan MPLS SMK YPM 7 Tarik ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan dan budaya.
Para siswa juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam.
Waka Humas SMK YPM 7 Tarik Dhani Aryanto menambahkan bahwa tujuan dari surat terbuka ini adalah dua hal. Pertama, melatih siswa dalam bernalar kritis terhadap lingkungan.
Kedua, diharapkan surat terbuka ini dapat membuka hati para pemangku kebijakan untuk segera mengambil tindakan nyata.
"Harapannya, surat ini mendapat respons dari pemerintah, baik Lurah, Camat, Bupati maupun Presiden, sehingga ada tindakan nyata terkait isu lingkungan, terutama masalah sampah di sungai dan jalan," ujar Dhani.
Untuk surat yang ditujukan kepada Pemerintah setempat tersebut, pihak sekolah masih menunggu instruksi dari Yayasan YPM. "Surat dari siswa ini kita seleksi dengan ketat agar sesuai standar dan sesuai dengan contoh yang benar," katanya. (nas/nis)
Editor : Annisa Firdausi