SIDOARJO – Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo merayakan Haflatul Wada dan Wisuda Tahfidz untuk para santri jenjang SMP dan SMA pada tahun ajaran 2023-2024. Acara itu menjadi momen berharga bagi para santri yang telah menyelesaikan hafalan Alquran sesuai target yang telah ditetapkan.
Elya Fatmawati, selaku Guru Al Fattah Sidoarjo dan Penanggung Jawab Divisi Program Tahfidz, menyampaikan bahwa program tahfidz merupakan salah satu program unggulan di Al Fattah Sidoarjo, yang diadakan baik di jenjang SMP maupun SMA.
"Kami menerapkan program tahfidz untuk memastikan santri tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan hafalan Alquran yang bermanfaat untuk masa depan mereka," ujar Elya.
Elya menjelaskan bahwa program tahfidz juga merupakan upaya untuk mendekatkan para santri dengan Alquran. Program ini didukung oleh kebijakan pemerintah dan berbagai universitas yang memberikan peluang bagi para penghafal Alquran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Harapan kami adalah memperkuat kerohanian anak-anak dan mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," tambahnya.
Lebih lanjut, Elya menjelaskan bahwa manfaat dari menghafal Alquran tidak hanya dirasakan secara rohani, tetapi juga secara akademik. Untuk jenjang SMP, target hafalan adalah 5 juz, sedangkan untuk SMA di atas 5 juz. "Kami juga memiliki kelas unggulan khusus tahfidz dengan target hafalan yang lebih besar dibandingkan dengan kelas reguler," jelasnya.
Di Al Fattah Sidoarjo, santri dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk memudahkan kontrol hafalan. Satu ustadzah memegang sepuluh santri dengan harapan hafalan santri terpantau dengan baik. "Jika santri sudah menghafal 1 juz, mereka akan melakukan tasmik, yaitu menghafal satu juz dalam sekali duduk," jelas Elya.
Hafalan ini juga menjadi syarat untuk pengambilan ijazah, sehingga santri termotivasi untuk mencapai target.
Acara wisuda tahun ini merupakan angkatan kedua yang berhasil menyelesaikan program tahfidz. Elya berharap agar hafalan Alquran menjadi ruh yang menjiwai para santri.
"Yang berat itu bukan menghafal, tetapi mempertahankan hafalan. Menghafal bisa satu lembar sehari, tetapi menjaga agar tidak hilang dan benar-benar menjiwai diri mereka adalah tantangan sesungguhnya," tutupnya.
Dengan program tahfidz yang kuat, Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo terus berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat.
Kepala SMA Al Fattah Sidoarjo Ridwan Manan mengatakan di Al Fattah juga ada program khusus tahfidz. Ada dua tempat di Ngantang Malang, dikhususkan bagi santri yang ingin menghafal Alquran. (nis)
Editor : Annisa Firdausi