Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Ajarkan Kemandirian Siswa Sidoarjo dalam Membuat Minuman Sehat

Annisa Firdausi • Sabtu, 16 Desember 2023 | 23:30 WIB

 

BELAJAR MANDIRI: Salah satu siswa membuat minuman jus melon dengan bimbingan guru SLB C Dharma Wanita Lebo, Sidoarjo. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)
BELAJAR MANDIRI: Salah satu siswa membuat minuman jus melon dengan bimbingan guru SLB C Dharma Wanita Lebo, Sidoarjo. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - SLB C Dharma Wanita Lebo melibatkan 20 siswa berkebutuhan khusus dalam kegiatan P5 yang menggabungkan pembiasaan minuman sehat dan kemandirian, Sabtu, 16 Desember 2023. Kepala SLB C Dharma Wanita Lebo Sujiningsih, S.E, S.Pd, membagi siswa ke dalam tiga tim. Masing-masing bertanggung jawab untuk membuat jus melon, jus jeruk, dan label packaging.

Kegiatan yang dimulai sejak sebulan lalu tersebut melibatkan persiapan panjang. Sebab anak-anak spesial harus dibiasakan setiap hari. Awalnya memang ada yang ketakutan, namun seiring waktu, mereka bersedia bekerjasama dan bergabung dengan teman-teman sekelas.

"Hari ini kami memperlihatkan hasilnya kepada orang tua siswa dengan mengusung tema gaya hidup berkelanjutan yang mengandung sikap fokus gotong royong dan saling membantu," katanya.

Pentingnya kegiatan di luar ruangan juga ditekankan dengan tujuan memerdekakan anak-anak dari rasa bosan. Setiap proses kegiatan didokumentasikan dalam video, dan pengetahuan diberikan terlebih dahulu sebelum praktik langsung dilakukan. Kemandirian setiap anak dievaluasi, memberikan nilai tambah pada pengembangan karakter mereka.

Pengawas cabang dinas wilayah Sidoarjo Saji, S.Pd., M.M mengatakan, kegiatan P5 untuk anak berkebutuhan khusus merupakan langkah baru dalam menguatkan karakter siswa. Enam dimensi utama yang diakui pemerintah, termasuk cita-cita bangsa, menjadi fokus utama.

"Anak-anak diberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Pentingnya memperkenalkan anak-anak pada buah-buahan juga disoroti. Dengan perhatian khusus pada pengalaman langsung seperti berbelanja. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat memiliki kelompok usaha bersama di masa depan, mendapatkan pekerjaan setelah lulus, dan menghasilkan produk yang layak dijual.

Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan diferensiasi pembelajaran menjadi langkah penting untuk membentuk kemandirian anak-anak. Karakter seperti tanggung jawab, gotong royong, dan keberanian semakin ditanamkan dalam proses belajar siswa.

Kepala sekolah, guru, dan orang tua diharapkan dapat bekerja sama dalam membentuk karakter anak-anak melalui enam dimensi P5. Sehingga mewujudkan kekompakan dan kolaborasi yang bermanfaat bagi semua pihak. (nis/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#gotong royong #kemandirian #Merdeka Belajar #minuman sehat #Pelajar Pancasila #P5