SIDOARJO - Guna menumbuhkan budaya minat baca yang sesuai dengan jenjang kemampuan membaca anak, Mutiara Rindang meresmikan pembukaan perpustakaan ramah anak di SDN Pucang 1 Sidoarjo, Kamis (3/8).
Pembukaan perpustakaan tersebut merupakan hasil kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mutiara Rindang.
Perpustakaan langsung diresmikan oleh Dispendikbud Sidoarjo yang diwakili Kasi Pembinaan Kelembagaan dan Pembinaan Pendidikan Dasar di Bidang Mutu Pendidikan Nanik Sumarviati.
Nanik mengungkapkan rasa bangganya atas dibukanya perpustakaan ramah anak. Karena mulai dari penataan hingga buku yang tersedia sudah sesuai dengan standart anak.
"Level bawah punya jenjang bacaannya di bawah, ini pun ketinggiannya sudah diukur sesuai dengan ketinggian anak, jadi sangat ramah anak," ujarnya.
Dia meyakini, siswa SDN 1 Pucang akan sangat antusias dan senang untuk datang ke perpustakaan. Sebab banyaknya buku yang bermutu serta rapinya penataan.
"Semoga perpustakaan tidak berhenti disini, berkembang terus dan dapat menarik minat anak-anak, serta selalu mengupdate buku-buku yang baru," harapnya.
Begitu juga dengan Kepala Sekolah SDN Pucang 1 Sasmitaningsih yang merasa bangga dan bahagia. Dengan uluran tangan Mutiara Rindang dia mengaku dapat lebih meningkatkan kualitas perpustakaan.
Samita menjelaskan, bahwa pihaknya mempunyai program dalam mencerdaskan anak untuk menjadi generasi yang berliterasi dan berbudaya.
"Generasi literat itu anak-anak kita ajak untuk membuat sebuah karya, kemudian storytelling dan masih banyak lagi," jelasnya.
Sementara dalam hal budaya, Sasmita mempunyai program yang diberi nama Gabud Jawa. Artinya Gemar Membaca Budaya Jawa. Dalam program tersebut, dia ingin membawa anak didiknya supaya lebih senang berbahasa Jawa.
Program tersebut merupakan cara Sasmita untuk mencegah dari punahnya bahasa jawa. Sebab tren anak-anak saat ini lebih menyukai bahasa inggris daripada bahasa daerahnya.
"Masih ada ludruk, drama bahasa jawa dan masih banyak yang lainya," ujarnya.
Direktur LSM Mutiara Rindang Kuswanto menyampaikan bahwa model perpustakaan tersebut sudah diadaptasi secara nasional. Sidoarjo sudah memiliki 226 perpustakaan seperti itu.
"Dalam hal ini nantinya, SDN Pucang 1 akan menjadi model. Sekali lagi, Sidoarjo sudah menjadi model ditingkat nasional," jelasnya.
Hal tersebut tidak terlepas dari pihak Dispendikbud Sidoarjo yang selalu mendukungnya dengan sangat luar biasa.
Orang tua wali siswa Shinta Aini mengatakan sangat senang dengan dibukanya perpustakaan ramah anak. Menurutnya hal tersebut akan membuka peluang untuk menggali potensi dari anak-anak itu sendiri.
Shinta berharap, semoga apa yang sudah dilakukan SDN Pucang 1 dapat ditiru oleh sekolah lainya di Sidoarjo. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista