Menurut Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo Dr. Kisyanto hingga saat ini sudah ada 27 persen siswa yang bekerja. Namun setelah kegiatan job matching ini, angka tersebut meningkat drastis menjadi 60 persen.
''Targetnya sebanyak 83 persen siswa yang berhasil mendapatkan pekerjaan bekerja di dunia industri (dudi), sementara 7,5 persen memutuskan untuk membuka usaha sendiri, dan 2,5 sampai 4 persen siswa memilih melanjutkan kuliah,'' katanya.
Dia menjelaskan, dalam job matching kali ini, terdapat 14 perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dengan jumlah peserta sebanyak 820 pelamar yang berkompetisi untuk 435 lowongan pekerjaan.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo Happy Setianingtyas menjelaskan bahwa kegiatan job matching ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran. Melalui pertemuan antara perusahaan dan SMK, diharapkan terjadi keselarasan antara keterampilan yang dimiliki siswa dengan kebutuhan industri.
Selain job matching, terdapat upaya lain yang dilakukan. Seperti membuka Bursa Kerja Khusus (BKK) dan menyelenggarakan pelatihan keterampilan serta bimbingan teknis terkait hubungan industrial. ''Juga akan diadakan job fair untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi para pencari kerja,'' imbuhnya. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista