Kepala Smamda, M Zainul Arifin mengatakan, dari 436 siswa yang telah lulus, sebanyak 47 siswa dinyatakan masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Timur melalui jalur undangan. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari upaya Smamda dalam mempersiapkan siswanya untuk meraih masa depan yang cerah.
"436 wisudawan sudah menyelesaikan pendidikanya di SMAMDA dengan baik dan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sesuai apa yang mereka impikan. Jadi pesan saya bahwa dimanapun jenjang pendidikanmu, jadi apapun kamu nanti, ingatlah bahwa pasti nanti kamu akan kembali ke almamatermu," kata Zainul.
Dirinya meyakini bahwa satu hal yang membuat Smamda istimewa hingga saat ini, yakni penguatan pembelajaran tentang Al-Islam dan Muhammadiyah yang tetap dijunjung tinggi oleh para siswa. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan ilmu mereka yang akan mereka aplikasikan di masyarakat kelak.
"Kami memiliki keyakinan bahwa perubahan adalah hal yang penting, dan kami tidak boleh cepat puas dengan kondisi yang ada. Oleh karena itu, Smamda Sidoarjo terus melakukan perubahan-perubahan tersebut," terangnya.
Tujuan utama dari perubahan itu, sambung Zainul, agar siswa dapat beradaptasi dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Kedua, siswa dan guru dapat lebih semangat dalam proses belajar-mengajar. Dan yang terakhir, Smamda akan melakukan promosi tidak hanya di wilayah Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga di luar daerah dan luar pulau.
Pada gelaran wisuda tersebut, juga melaunching logo baru yang digunakan oleh Smamda dengan mengusung semangat perubahan.
Secara detail, Zainul memaparkan logo yang baru tersebut. Yakni garis kubah pintu gerbang masjid, melambangkan Smamda sebagai gerbang lembaga pendidikan Islam yang berkarakter. Simbol berikutnya adalah bangku dan pancaran sinar matahari, yang mewakili pendidikan Muhammadiyah dan visi misi Smamda sebagai sekolah unggul berkarakter berdasarkan nilai-nilai Islam.
"Logo juga mencakup siluet buku dan pena yang saling terhubung, menunjukkan inovasi pendidikan yang terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dan ilmu pengetahuan. Terlihat pula siluet angka 2 yang dihasilkan dari representasi buku dan pena, melambangkan adaptasi Smamda yang cepat dalam menyerap perkembangan IPTEK," paparnya.
Dalam perpaduan semua simbol tersebut, imbuhnya, terlihat bentuk trofi yang menunjukkan kebanggaan SMAMDA sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah dan kemampuannya dalam meraih prestasi.
"Warna oranye menunjukkan arti segar, muda, hangat, sehat, berenergi dan inovatif. Sedangkan warna biru menunjukkan ketenangan, ketulusan, kesuksesan dan kecerdasan," pungkasnya. (nul/vga) Editor : Vega Dwi Arista