Berdasarkan hasil monitoring lapangan petugas Dikbud Sidoarjo, terdapat 41 bangunan sekolah yang akan dibantu pembangunan dan rehabilitasinya pada tahun ini. Rinciannya, ada 35 bangunan SD, 3 bangunan TK, dan 3 bangunan SMP yang akan direhabilitasi.
Dari 35 bangunan SDN tersebut, sebanyak 27 bangunan masuk kategori rusak berat, dan ada 1 TK yang bangunannya juga rusak berat. Kepala Bidang Pengendalian, Pengawasan, Sarana Prasarana Pendidikan Dikbud Sidoarjo Heri Purwanto menjelaskan bahwa bantuan pembangunan dan rehabilitasi ini akan direalisasikan pada sekitar triwulan ketiga. ''Saat ini masih dilakukan sejumlah persiapannya,'' katanya.
Untuk mendapatkan data tersebut, Heri bersama timnya turun ke lapangan di 18 kecamatan. Mulai Januari hingga Maret. Dari 41 bangunan yang kondisinya rusak dan akan dibantu pada tahun ini, terdapat 5 gedung sekolah di wilayah Kecamatan Sidoarjo, 4 gedung di Kecamatan Sukodono dan Kecamatan Waru, serta masing-masing 1 bangunan sekolahan di Kecamatan Gedangan, Kecamatan Buduran, Kecamatan Porong, Kecamatan Sedati, Kecamatan Tanggulangin, dan Kecamatan Tarik.
Heri menyebutkan, untuk SMP yang akan dibantu, umumnya mengalami masalah pada pembangunan sarpras. ''Sedangkan TK terkait rehabilitasi dan pembangunan ruang baru,'' imbuhnya.
Heri mengakui bahwa nilai usulan dari pihak sekolah kepada pihak Dikbud berbeda-beda. Saat dimonitoring oleh tim petugas, estimasi nilai pembangunan dapat menjadi lebih kecil dari nilai usulan. Nilai bantuan rehabilitasi yang diberikan pada setiap sekolah berbeda-beda. Berkisar antara Rp80 juta hingga Rp 900 juta.
Heri berharap bantuan rehabilitasi ini dapat bermanfaat untuk kelancaran dunia pendidikan di Sidoarjo. Serta mencegah terjadinya korban akibat bangunan sekolah yang rusak. (nis/vga) Editor : Vega Dwi Arista