Kepala SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo, Saiful Tulus Jatmika mengatakan, kegiatan tersebut diberi tajuk Pesona Batik Spuber Wujud Akulturasi Budaya Sidoarjo. Dimana batik tulis Spuber merupakan kearifan lokal Sidoarjo.
"Jadi hari ini adalah bagian dari serangkaian membatik yang kemudian para siswa memamerkan dan mempresentasikan hasil karyanya," ujarnya kepada Radar Sidoarjo.
Tahapan membatin yang cukup panjang membutuhkan ketelitian lebih. Dimana para siswa juga didampingi oleh guru pada setiap kelompoknya. "Yang kami inginkan adalah menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam proses membatik itu," imbuhnya.
Ketua Pelaksana Gelar Karya, Harison Anggling Prakosa menjelaskan, sebelum para siswa diajari membatik, para guru terlebih dahulu diberi pelatihan. Mulai cara membatik, mencanting, hingga pada tahap pewarnaan.
"Tujuannya agar para guru dapat menularkan kepada para siswa sehingga siswa dapat memahami prosesnya dengan benar dan menghasilkan batik yang bagus," katanya.
Liza, Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Sidoarjo mengapresiasi kegiatan tersebut. Hasil karya siswa tersebut di luar dugaan karena menghasilkan karya yang sangat luar biasa baik. Tak kalah dengan perajin batik sebenarnya.
"Inilah salah satu penerapan dari kurikulum merdeka. Anak-anak lebih merdeka dalam belajar untuk mengeluarkan potensi dirinya masing-masing," imbuhnya. (far/vga) Editor : Vega Dwi Arista